9 Peristiwa Penting Di Dunia Sepanjang 2016

Saat ini kita sudah berada di penghujung Tahun 2016, sepanjang 2016, berbagai peristiwa besar yang mengubah peta perpolitikan, ekonomi dan sosial terjadi di dunia. Berikut ini adalah sembilan peristiwa besar yang terjadi di seluruh dunia.

1. Brexit, 24 Juni 2016

Rakyat Inggris yang menginginkan negaranya keluar dari Uni Eropa pada Jumat pagi (24/6) memenangi referendum Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa) dengan mencatat perolehan 52 persen dari suara yang masuk. Berdasarkan hasil itu, Inggris menarik diri dari keanggotaan Uni Eropa setelah bergabung selama 43 tahun.

Lebih dari 17 juta warga memilih Inggris mencabut keanggotaan di Uni Eropa. Sekitar 16 juta lainnya memilih tetap menjadi bagian dari Uni Eropa. 

Inggris menjadi negara pertama yang keluar dalam sejarah 60 tahun keberadaan kelompok Eropa itu. Total 30 juta orang telah menggunakan hak pilihnya, yakni 71,8 persen dari total pemilih. Ini menjadi angka tertinggi dalam pemilihan di Inggris sejak 1992. Padahal Inggris juga sedang mengalami bencana banjir.

Sebagian besar suara yang ingin Inggris hengkang dari Uni Eropa datang dari Wales dan wilayah Inggris lain selain London. Ibu Kota Inggris ini memberikan 60 persen suara untuk tetap tinggal. Sementara wilayah lain tidak ada yang ingin tetap tinggal. Referendum ini telah menunjukan kesenjangan sosial dan kultural antara London dan wilayah lain.

Proses keluarnya Inggris butuh sedikitnya dua tahun. Aktivis pro-Brexit memperkirakan prosesnya mungkin baru akan selesai pada 2020.

2. Percobaan Kudeta Turki, 15 Juli 2016

Militer Turki melakukan aksi kudeta terhadap Pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan pada Jumat (15/7) malam waktu setempat. Dilaporkan kendaraan tempur milik militer telah mengepung Ankara, Ibu Kota Turki.

Dalam pernyataan yang dibacakan di stasiun televisi, Staf Jendral Militer Turki Hulusi Akar menyatakan angkatan bersenjata sudah mengambil seluruh kekuasaan pemerintah. Pada tengah malam pasukan, tank dan kendaraan militer masuk ke jalan Istanbul dan Ankara. Pesawat jet dan helikopter tentara pun berputar-putar di kedua kota tersebut.

Dilaporkan suara tembakan terdengar di Ankara. Jembatan Bosphorus yang yang menghubungkan daratan Asia dan Eropa di luar Istanbul pun sudah ditutup. Bandara Internasional Ataturk Istanbul telah ditutup dan semua penerbangan telah dibatalkan. Suara-suara ledakan terdengar di Ankara.

Militer Turki telah secara resmi mendeklarasikan kudeta dan mengatakan telah mengambil alih negara. Dogan News Agency mengutip pernyataan militer pada Jumat (16/7) mengatakan, mereka ingin mengamandemen tatanan konstitusional, demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan, serta untuk memastikan aturan hukum memerintah di Turki.

Namun, kudeta tersebut gagal karena rakyat turun ke jalan menolak aksi kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Turki lantas melakukan penangkapan besar-besaran orang yang terlibat kudeta.
Erdogan menuding Fethullah Gulen sebagai otak di balik kudeta.

3. Donald Trump Presiden AS, 9 November 2016

Miliarder Donald Trump secara mengejutkan terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 dalam pemilihan umum 8 November. Trump berhasil meraih lebih dari 270 electoral votes untuk mengamankan kursi Gedung Putih. Ia berhasil mengejutkan dunia dengan mengalahkan calon favorit dari Partai Demokrat, Hillary Cinton.

Kemenangan Trump mengakhiri delapan tahun kepemimpinan Partai Demokrat di Gedung Putih. Kemenangan Trump tak terlepas dari raihan suaranya di sejumlah negara kunci seperti di Florida dan North Carolina yang memiliki electoral cukup besar.

Dilansir dari Fox News, Trump memastikan kemenangannya setelah  memenangkan pemungutan suara electoral college pada 19 Desember 2016. Trump dengan mudah melampaui 270 suara electoral yang dibutuhkan. Setelah suara di seluruh negara bagian dihitung, Trump memenangkan 304 suara dan Hillary Clinton dengan 227 suara.

4. Pemakzulan Presiden Brasil Dilma Roussef, 31 Agustus 2016

Presiden perempuan pertama di Brasil, Dilma Rousseff (68 tahun) dipecat oleh Senat lewat pemungutan suara. Sebanyak 61 senator mendukung pemecatan dan 20 senator menolak.

Dilma dipecat oleh Senat karena dinilai bersalah memanipulasi anggaran nasional. Ia dituduh menggunakan uang dari bank-bank pemerintah pada 2014 untuk menutupi defisit pengeluaran publik. Hal itu dianggap sebagai penyebab Brasil masuk ke dalam resesi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Sebelumnya senator Brasil telah selesai meminta keterangan Rousseff dalam pengadilan pemakzulan, Senin (29/8). Rousseff membuka sesi dengan sambutan selama 30 menit mempertahankan apa yang dia lakukan. Dia lantas duduk dan menjawab pertanyaan para legislator selama lebih dari 14 jam. Sesi tersebut berakhir sebelum tengah malam.

Dilma menolak tuduhan dan mengatakan dia harus membuat pilihan sulit mengenai anggaran di tengah menurunnya pendapatan pemerintah. Rousseff menjadi pemimpin Brasil pertama yang diberhentikan dari jabatannya. Sebelumnya pada 1992, Presiden Fernando Collor de Mello mengundurkan diri sebelum sempat dimakzulkan dalam kasus korupsi.

Dikutip dari The Guardian, menurut hukum Brasil, seorang presiden dapat dipecat oleh Senat bila tercapai kuorum dua pertiga. Dengan hasil pemungutan suara, Dilma pun resmi dipecat dan langsung digantikan oleh Wakil Presiden Michel Temer.

5. Kolombia-FARC Resmi Berdamai, 27 September 2016

Kesepakatan damai bersejarah Kolombia akhirnya ditandatangani secara resmi, Senin (27/9). Kesepakatan antara pemerintah dan gerakan oposisi terbesar Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (Revolutionary Armed Forces of Colombia/FARC) menandai berakhirnya perang saudara berusia lima dekade.

Presiden Juan Manuel Santos dan pemimpin FARC Rodrigo Londono menandatangani kesepakatan setebal 297 halaman dalam upacara khusus. Momen bersejarah itu disaksikan oleh 2.500 perwakilan asing dan tamu khusus.

Tampak hadir Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Momen ini diliputi haru. Banyak orang menangis saat kedua pemimpin berjabat tangan di podium.

Tak lama lima pesawat jet terbang membentuk formasi dan mengeluarkan asap warna bendera Kolombia. Perayaan ini juga dibarengi dengan mengheningkan cipta untuk para korban perang. Sebanyak 50 bendera dikibarkan.

Semua orang yang hadir menggunakan pakaian putih sebagai simbol perdamaian. "Viva Kolombia," teriak Ban diakhir pidatonya menyambut kesepakatan damai. Perang saudara ini telah menewaskan lebih dari 220 ribu orang dan lebih dari delapan juta orang mengungsi.

6. Raja Thailand Mangkat, 13 Oktober 2016

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej (88 tahun) akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (13/10). Kepergian Bhumibol mengakhiri tujuh dekade kepemimpinannya sebagai raja.

Ribuan warga Thailand berkumpul di Istana Kerajaan Bangkok untuk malam berkabung atas meninggalnya raja. Para pelayat ini berjajar di sepanjang jalan menyambut iring-iringan jenazah Raja Bhumibol.

Pemerintah bahkan secara resmi menyatakan Thailand berkabung selama satu tahun. Selain itu, Jumat esoknya dinyatakan hari libur oleh Pemerintah dan menyatakan bendera setengah tiang selama 30 hari ke depan.

Raja Bhumibol merupakan raja yang paling lama memerintah di dunia. Ia dikenal dunia sebagai sosok pemersatu yang menstabilkan Thailand, negara yang kerap didera kekacauan politik. Sosok itulah yang membuat rakyat negara itu begitu mengagumi rajanya tersebut.

7. Tragedi Rohingya, November 2016

Sekitar 200 Muslim Rohingya terdampar di perbatasan Bangladesh, Selasa (15/11). Mereka melarikan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar yang mulai memanas kembali dalam sebulan terakhir.

Sedikitnya 69 orang Muslim Rohingya dan 17 anggota pasukan keamanan tewas dalam pertempuran antaretnis di Negara Bagian Rakhine, Myanmar pada Selasa (15/11). Media Global New Light of Myanmar melaporkan, total korban tewas tercatat sebanyak 102 Muslim Rohingya dan 32 petugas keamanan, sejak 9 Oktober lalu.

gambar rohingya

Desa mereka rata dengan tanah. Tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi yang mendapat gelar Nobel Perdamaian dikecam karena tidak mengacuhkan penderitaan Rohingya.

8. Pasukan Suriah Kuasai Kembali Aleppo, 21 Desember 2016


Militer Suriah mengumumkan kota terbesar kedua negara itu, Aleppo telah sepenuhnya direbut kembali dari pasukan pemberontak. Peristiwa itu merupakan kemenangan terbesar pemerintah Suriah dalam perang sipil yang berlangsung hampir enam tahun.

"Berkat darah para syuhada dan pengorbanan pasukan bersenjata kami yang gagah berani serta pasukan sekutu, komando angkatan bersenjata mengumumkan kembalinya keamanan Aleppo setelah dibebaskan dari terorisme dan teroris, dan pengungsian para warga yang tinggal di sana," kata militer dalam satu pernyataan, Kamis (22/12).

gambar warga alepo

Pengumuman itu datang tak lama setelah televisi negara melaporkan konvoi terakhir yang membawa pasukan pemberontak dan warga sipil telah meninggalkan Aleppo timur. Sejak konflik berlangsung di Suriah dalam hampir enam tahun terakhir, Aleppo terbagi menjadi dua wilayah yang dikuasai oleh pemerintah dan oposisi. Sebelumnya, kota terbesar di Suriah itu merupakan pusat perdagangan dan industri komersial.

9. DK PBB Sahkan Resolusi Antipermukiman Yahudi Israel, 23 Desember 2016

Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi yang mendesak Israel mengakhiri pembangunan permukiman ilegal, Jumat (23/12). Keputusan didapat setelah AS menolak memveto rancangan resolusi tersebut. Resolusi DK PBB mendapatkan 14 suara setuju dengan AS memilih abstain.

Sekitar 500 ribu Yahudi tinggal di sekitar 140 permukiman yang dibangun sejak penjajahan Tepi Barat dan Timur Yerusalem pada 1967. Permukiman Yahudi itu melanggar hukum berdasarkan hukum internasional.

Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power mengatakan resolusi tersebut menggambarkan fakta lapangan bahwa pertumbuhan permukiman meningkat. "Persoalan permukiman memburuk hingga mengancam solusi dua negara," ujarnya.

Demikian 9 Peristiwa besar yang terjadi di seluruh dunia sepanjang tahu 2016.

Sumber : Arsip Republika

Take Me Out Indonesia dan Ande-ande Lumut

Take Me Out Indonesia adalah tontonan reality show yang ditayangkan setiap hari Senin sd Jumat di stasiun TV ANTV. Awalnya saya menonton tayangan ini karena kebetulan saja namun semakin lama semakin menarik hati untuk melihat bagaimana permainan perasaan ditonton banyak orang.


gambar take me out indonesia

Lepas dari berbagai pendapat jika tayangan ini hanya sandiwara belaka, bagi saya pribadi tayangan Take Me Out Indonesia menjadi suatu tayangan yang ringan dan cukup menghibur daripada tayangan lain yang lebih berat.

Tayangan yang dibawakan oleh Eko Patrio ini menghadirkan 30 wanita cantik dan 3 pria single, dimana kedua belah pihak ini bebas memilih dan dipilih. Tayangan ini berhadiah 10 juta rupiah bagi yang mendapatkan pasangan. Dilihat dari besarnya hadiah, mungkin bagi para wanita ini dianggap tidak seberapa mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menambah kecantikannya juga cukup mahal.

Namun, ada yang janggal dari penampilan 30 wanita ini, diawal penampilannya mereka berdiri dengan anggun di belakang meja yang tertulis nama mereka akan tetapi ketika kamera menyorot salah satu dari mereka, mendadak penampilannya berubah.

Dari yang pendiam berubah menjadi centil, genit dan nakal, yang genit bertambah genit dan yang kenes juga semakin bertambah parah.

Bagi mereka, inilah saatnya untuk tampil di depan kamera televisi, saatnya beraksi. Alih-alih tidak mendapatkan jodoh, mereka bisa menjadi artis atau sekedar figuran.

Namun dari pengamatan saya, ada beberapa moment menarik yang melibatkan perasaan kecewa, sedih, malu dan gembira dalam tayangan ini yaitu :

1. Saat Pria single mematikan lampu

Meskipun tidak sampai menitikkan air mata, jelas terlihat bagaimanan perasaan kecewa, sedih dan malu campur aduk menjadi satu, membayang di raut muka seorang wanita,  saat pria single mematikan lampu. Hal ini menyatakan jika pria single tidak memilihnya.

Terlebih lagi saat tinggal 2 wanita yang tersisa yaitu pada babak final. Bagi wanita yang tidak dipilih rasa sakitnya terasa lebih pedih sementara wanita yang terpilih melenggang dengan hati berbunga.

2. Pandangan Pertama Tidak terpilih

Moment berikutnya, saat seorang wanita terpilih sebagai wanita dalam pandangan pertama tapi pada babak final sang pria single memilih wanita lain, maka sang ladies akan berkata, "PHP Lu," dengan perasaan sedih, marah dan kecewa.

Rasanya lebih menyakitkan jika seorang wanita sudah mematikan lampu kemudian memilih untuk melanjutkan permaianan setelah memberikan pertanyaan kepada pria single, namun akhirnya tidak dipilih.

Sungguh sakitnya tuh disini banget ..

3. Black 0ut

Moment ini memang jarang terjadi. Berbeda dengan ladies, pria single juga akan merasakan rasa sakit, kecewa dan malu apabila tidak ada seorang wanita pun yang mau memilihnya alias 'black out'.

Meskipun Eko Patrio dan Dewan Cinta memberi saran dan hiburan, tapi rasa malu tidak dapat disembunyikan dari wajah pria single apalagi ditonton oleh orang banyak. Sehingga dengan langkah tegap yang dipaksakan dan senyum pahit, pria single meninggalkan permainan.

Begitulah pergolakan perasaan para wanita dan pria dalam tayangan reality show tentang pencarian pasangan ini.

Tayangan ini mengingatkan saya pada kisah legenda tanah Jawa yaitu  'ande-ande lumut'. Dimana ande-ande lumut adalah seorang pangeran dari Kediri yaitu Panji Inu Kertapati, yang sedang menyamar untuk mencari kekasihnya yang pergi karena tersinggung akan perlakuaannya.

Dalam pengembaraannya, Panji Inu Kertapati menjadi anak angkat seorang janda, lalu diberi nama ‘ande-ande lumut’. Kemudian Ibunya, Mbok Rondo Dadapan mengadakan sayembara untuk mencari jodoh bagi anaknya.

Karena ketampanan dan kegagahan sang ‘Ande-ande lumut’, banyak wanita yang mengikuti sayembara ini, namun tidak ada yang cocok dihatinya. Yang terakhir datang adalah 4 orang gadis cantik yang bernama Kleting Abang, Kleting Kuning, Kleting Ijo dan Kleting Putih.

Pilihan ‘ande-ande lumut’ jatuh pada Kleting Putih, yang sebenarnya adalah kekasihnya sendiri, yang pergi meninggalkannya lalu menyamar sebagai gadis desa.

Demikian kisah ‘Ande-ande Lumut’ dan persamaannya dengan tayangan reality show yaitu Take Me Out Indonesia.



Falsafah Dibalik Kemegahan Candi Prambanan

Falsafah Dibalik Kemegahan Candi Prambanan

Kemegahan candi Prambanan di perbatasan Yogyakarta Timur masih menyisakan berbagai pertanyaan dan misteri. Bangunan semegah dan sebagus itu tentunya meninggalkan pesan moral bagi generasi penerusnya. Apakah kemegahan Candi Prambanan hanya sekedar untuk pamer dan untuk menunjukkan kebesaran dan kejayaan pendirinya?

gambar candi prambanan
Tentunya tidak.

Di tempat itu juga menyimpan kronik sejarah yang dapat dijadikan bahan pelajaran untuk kita, manusia Indonesia.

Prambanan sebagai simbolisme perjuangan melawan kesewenangan kekuasaan yang didorong keserakahan nafsu dan ambisi manusia. Juga mengenai peliknya perjuangan cinta yang disertai hujan air mata yang menderas darah dan berakhir dengan penghianatan.

Lalu apa yang musti kita pelajari dari sana?

Sejarah?

Memang demikian, mengenai sejarah manusia Jawa yang secara khusus mengenai pergolakan sosial politik kerajaan Jawa.

Ada beberapa tokoh utama dibalik legenda berdirinya Candi Prambanan : Simbol Perebutan Kekuasaan Antar Wangsa

Prabu Damar Maya

Prabu Damar Maya adalah simbolisme kepemimpinan dan kekuasaan kerajaan Pengging. Ketika kerajaan mendapat suatu ancaman dari Prabu Baka yang ambisius akan kekuasaan, Prabu Damar Maya bertindak. Damar Maya dengan sekuat tenaga melindungi wilayah kerajaannya, yang secara tidak langsung sebagai proses perlindungan terhadap seluruh rakyat yang ada di wilayah itu.

Kerajaan Pengging adalah kerajaan ideal, yang mana kehidupan rakyatnya dijalankan dengan penuh keadilan, makmur, tentram dan sentosa. Wilayah Pengging sendiri adalah wilayah yang subur, kekayaan berlimpah ruah yang akhirnya menjelma sebagai godaan yang terus merayu Prabu Baka untuk menguasai.
Hal yang sungguh lumrah, sikap yang dimunculkan oleh Prabu Baka. Karena, meskipun Prabu berwujud Raksasa tetap memiliki sifat alamiah manusia, tidak pernah puas walau sudah memiliki satu kerajaan.

Prabu Baka

Dalam kisah ini, Prabu Baka hadir sebagai simbol dari kejahatan, pemerintahan yang korup dan sewenang-wenang, tidak mampu menjalankan sistem kekuasaan untuk melindungi rakyat Baka. Karena kepemimpinan yang lemah dari kekuasaan Baka, rakyat pun tidak terlindungi bahkan dari diri Prabu itu sendiri.

Pemimpin dan Kekuasaan

Kekuasaan itu melindungi yang dikuasai. Melindungi dari berbagai ancaman yang dapat membuat rakyat – atau yang dikuasai, itu menderita. Melindungi sekuat tenaga dan upaya, bahkan melindungi dari diri sendiri. Berani untuk mengorbankan kepentingannya sendiri demi keberlangsungan kebahagiaan orang-orang yang dikuasai. Itu, baru namanya kekuasaan.
gambar pemimpin-kekuasaan
Pemimpin dan Kekuasaan
Dalam konteks ini, hakekat dari kekuasaan adalah perlindungan dan kepemimpinan. Memimpin yang juga berarti melindungi, sebab nasib seluruh manusia yang ada di bawah kekuasaannya bergantung dari bagaimana pemimpin itu menjalankan fungsinya.

Jikalau ada pemimpin yang tidak melindungi, sama halnya kita dipaksa untuk masuk ke dalam api. Kepemimpinan yang tidak melindungi sama halnya dengan pembinasahan, pembantaian dan itu bukan esensi dari kepemimpinan dan kekuasaan.

Manusia yang tidak mampu melawan dirinya sendiri dapat dipandang sebagai sebagai manusia lemah, sebab tidak mampu menguasai (memimpin) dirinya sendiri. Lantas, bagaimana bisa diandalkan untuk memimpin orang banyak?

Prabu Damar Maya beraktivitas dalam rangka menjalankan sistem kepemimpinannya, bertindak menghalau invansi Prabu Baka. Bersebab itu, Prabu Damar Maya mengutus anaknya sendiri, Bandung Bandawasa untuk berperang. Maju dan mempertaruhkan nyawa demi keselamatan rakyat Pengging dari kekuasaan Prabu Baka yang merusak.

Sebab, dalam cerita ini digambarkan mengenai hasil dari kekuasaan yang merusak yang disimbolkan melalui kerajaan Baka. Diceritakan, rakyat Baka mengalami kesengsaraan karena dipaksa mengikuti nafsu rajanya ketika berambisi menaklukkan Pengging.

Dari fenomena ini dapat kita lihat bagaimana peran Prabu Baka yang tidak mampu menjadi pemimpin, toh walau memiliki kekuasaan. Dan ketika ada seorang pemimpin yang hidup enak, berlimpah, bahagia, bahkan menjadi tambah gemuk, namun kondisi rakyatnya kembang kempis, sehari makan lalu sehari tidak makan, maka pemimpin seperti ini bukanlah seorang pemimpin. Dia adalah Prabu Baka yang menitis dalam diri pemimpin.

Meskipun Tuhan Semesta Alam telah menunjuk seseorang itu menjadi pemimpin, tidak lantas seorang Prabu berhak untuk menjalankan pemerintahan dengan sewenang-wenang. Membiarkan rakyat yang dititipkan Tuhan Semesta Alam untuk jatuh di dalam penderitaan sama halnya dengan menghina kemudian menantang pemilik rakyat itu, yang juga pemilik kekuasaan yang sebenarnya: Tuhan.

Perlu kita memahami, bahwa kepemimpinan yang dititipkan Tuhan Semesta Alam adalah kepemimpinan yang berhati nurani, bukan bernafsu naluri. Ibaratnya, meskipun seorang Prabu harus mati, hal yang terpenting adalah keselamatan rakyatnya.

Bandung Bandawasa dan Rara Jonggrang

Bandung Bandawasa memang menang dalam peperangan, tapi dia juga kalah.

Itulah permasalahan mengenai kekuasaan!

Bandung Bandawasa memang sudah memenangkan peperangan, pun akhirnya dengan sendirinya mendapatkan kekuasaan. Kekuasaan atas wilayah dan kerjaan Baka yang sudah berada di bawah kakinya. Sampai akhirnya, Bandung Bandawasa menemukan perempuan cantik, langsing dan cantik bernama Rara Jonggrang.

Melalui pertemuan ini, Bandung Bandawasa merasa mendapatkan giliran untuk menguasai kekuasaan, yang secara tidak langsung menempati posisi Prabu Baka yang sudah dikalahkan.

Lagi-lagi, manusia yang berkuasa berusaha memanfaatkan kekuasaan itu untuk memenuhi hasrat diri yang termanifestasikan ke dalam simbol, yaitu Rara Jonggrang itu sendiri.

Saya membaca bahwa keberadaan Rara Jonggrang merupakan pengejawantahan dari hasrat manusia. Yang mana selalu menginginkan hal yang indah, menyenangkan, dan tentu saja nikmat. Aspek ini merujuk pada keinginan akan kesenangan duniawi, yang mana kecantikan Jonggrang memancar dari tubuh (duniawi) yang ditangkap oleh pandangan (baca: ranjau hawa nafsu) Bandung Bandawasa.

Bandung Bandawasa berhadapan dengan keinginannya sendiri, untuk menikahi (baca juga: menikmati) kecantikan Jonggrang yang menggiurkan dan menggairahkan. Untuk mencapai hasrat itu, Bandung Bandawasa dihadapkan pada dua syarat yang harus terpenuhi dalam rangka mendapatkan kenikmatan duniawi.

Pertama, mengenai pembuatan Sumur Jalatunda yang mana dapat dipahami sebagai lubang gelap dari keinginan (nafsu) manusia yang menjebak. Seperti ketika Bandawasa memasuki sumur Jalatunda, langsung dikubur oleh Patih Gupolo atas perintah Jonggrong. Bandawasa sadar bahwa dirinya telah dipermainkan namun masih saja terbujuk hawa nafsu untuk membuat seribu candi, sebagai persyaratan yang kedua. Seribu candi yang diinginkan Jonggrang dapat kita maknai sebagai seribu keinginan manusia.

Inilah, penghianatan dari bujuk rayu keinginan (nafsu) manusia. Bandawasa hanya bisa menyelesaikan 999 buah candi, karena keinginan manusia tidak pernah selesai sehingga Jonggrang menyiasati agar tidak genap seribu.

Kalau misalkan saja sudah genap seribu candi, berarti keinginan manusia telah selesai, namun sifat dari keinginan manusia itu sendiri tidak pernah selesai sampai mati, sehingga sikap Jonggrang dapat kita pahami. 

Keadaan ini nampaknya disadari Bandung Bandawasa yang menyelesaikan keinginannya dengan merubah Rara Jonggrang menjadi candi yang keseribu. Artinya kesenangan (hawa nafsu) harus dibunuh untuk mencapai kekuasaan yang sebenarnya, karena sebelum keinginan manusia itu mati, tidak akan mencapai kekuasaan yang sebenarnya, bersebab diri manusia itu sendiri masih dibawah kekuasaan hawa nafsu (keinginan).

Nah, itulah yang dipesankan oleh Nabi Muhamad, Teladan Utama, bahwa memerangi hawa-nafsu, diri manusia sendiri adalah perang terbesar setiap manusia.

Demikian ulasan tentang Falsafah, Pelajaran dan Pesan Moral dibalik Kemegahan Candi Prambanan.

Sumber : M.D. Atmaja

3 Hal Yang Menyebabkan Gagalnya Perjuangan Melawan Belanda

3 Hal Yang Menyebabkan Gagalnya Perjuangan Melawan Belanda 

Politik Adu Domba Dengan Iming-iming Harta, Tahta dan Wanita

Masa penjajahan Belanda di Indonesia sudah berakar selama 350 tahun lamanya, suatu masa penjajahan yang panjang. Apakah rakyat Indonesia pada waktu itu tidak melakukan perlawanan atau usaha untuk memerdekan diri?

Rakyat Indonesia baik dalam skala kecil maupun besar sudah melakukan berbagai usaha untuk melawan dan mengusir penjajah namun usaha tersebut selalu kandas karena politik adu domba yang diterapkan Belanda. Bangsa kita dengan mudah di adu dengan saudaranya sendiri,  dengan bangsanya sendiri dan dengan negaranya sendiri demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

gambar perjuangan melawan belanda

Ada 3 hal yang menjadi iming-iming imbalan Belanda kepada bangsa kita agar memerangi, memusuhi dan menyingkirkan saudaranya sendiri yaitu harta, tahta dan wanita. Tiga hal ini memang menjadi kelemahan setiap manusia.

Berikut ini adalah kisah-kisah perlawanan rakyat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur yang merupakan riak-riak kecil dalam gelombang melawan penjajahan Belanda dan berakhir dengan kegagalan akibat politik adu domba disertai iming-iming imbalan harta, tahta dan wanita.

1.    Untung Suropati

Untung Suropati adalah seorang Adipati Pasuruan pada masa kerajaan Mataram dibawah pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang gigih dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Awalnya, Untung Suropati adalah seorang budak, karena jatuh cinta kepada wanita yang bernama Suzana seorang nonik Belanda, ia menjadi buronan Belanda. Setelah melewati lika-liku perjalanan hidupnya, Untung Suropati memutuskan untuk melawan Belanda dan karena jasa-jasanya, akhirnya ia diangkat menjadi Adipati Pasuruan.

Mitos yang jarang diketahui orang adalah Untung Suropati memiliki kesaktian tidak mempan atau kebal terhadap segala macam senjata selama kakinya menginjak tanah atau bumi. kesaktiannya ini yang membuatnya susah ditangkap dan dibunuh oleh Belanda.

Namun dengan kelicikan politik adu domba serta iming-iming harta, tahta dan wanita, Belanda menggunakan bangsa kita sendiri untuk membocorkan rahasia kelemahan kesaktian Untung Suropati, Akhirnya Untung Suropati gugur dalam satu pertempuran.

2.    Sawung Galing

Sawung Galing adalah nama yang popular bagi masyarakat Surabaya karena Sawung Galing adalah Adipati Surabaya yang dengan berani melawan penjajahan Belanda.

Belanda menggunakan saudaranya sendiri yaitu Sawung Rana dan Sawung Sari, saudara satu bapak, untuk menyingkirkan Sawung Galing. Dengan iming-iming imbalan tahta Adipati Surabaya, apabila mereka berdua mampu menyingkirkan Sawung Galing.

Namun berbagai usaha pembunuhan terhadap Sawung Galing baik menggunakan cara halus seperti racun maupun cara kasar selalu dapat digagalkan. Sawung Galing meninggal bukan karena usaha pembunuhan namun karena sakit.

Baca Selengkapnya : Kisah Sawung Galing

3.    Sarip Tambak Oso

Sarip Tambak Oso adalah salah satu pejuang yang melawan Belanda di daerah Sidoarjo. Belanda mengantisipasi perlawanan Sarip sebelum berkembang menjadi besar dengan mengadu domba dengan Pamannya sendiri.

Sarip Tambak Oso memiliki kesaktian yang berada pada ibunya. Selama ibunya masih hidup maka Sarip tidak bisa mati. Jika Sarip mati, Ibunya akan memanggil namanya lalu Sarip akan hidup lagi.

Paman Sarip yang mengetahui rahasia tersebut membocorkannya kepada Belanda dengan imbalan harta, sehingga Sarip dapat dibunuh setelah ibunya dibunuh lebih dahulu.

Baca Selengkapnya : Kisah Sarip Tambak Oso

4.    Sogol Pendekar Sumur Gemuling

Nama Sogol adalah nama yang terkenal di Jawa Timur, khususnya daerah Jember dan Lumajang. Sebagai seorang Pendekar yang memiliki berbagai ilmu kesaktian, Sogol berjuang sendiri melawan Belanda. Perlawanannya membuat gerah Belanda sehingga Belanda kembali menggunakan politik adu domba untuk menyingkirkannya.

Pertama, Belanda menggunakan jasa seorang dukun santet terkenal yang bernama Kyai Mukti dari daerah Pasirian untuk membunuh Sogol, namun usahanya gagal dan Kyai Mukti mati ditangan Sogol.

Belanda mencari cara lain, melalui saudara seperguruan Sogol yang diiming-imingi dengan harta dan kedudukan, akhirnya Sogol dapat disingkirkan.

5.    Jaka Sambang

Jaka Sambang adalah seorang Pendekar dari gunung Gangsir, Pasuruan. Perlawanannya terhadap Belanda terjadi saat pembangunan jembatan Porong dimana rakyat harus kerja paksa untuk mewujudkannya.

Diawali dengan kematian bapaknya, Lurah Bintoro, ditangan antek-antek Belanda yaitu Lurah bargowo dan carik Abilowo. Joko Sambang melawan Belanda terutama membalaskan kematian bapaknya. Akhirnya Jaka Sambang dapat membunuh Lurah Bargowo dan carik Abilowo yang menjadi musuh bebuyutannya.

6.    Pak Sakerah

Sakera adalah seorang tokoh pejuang legenda kelahiran Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda sekitar permulaan abad ke-19. Sakera adalah seorang jagoan daerah, yang melawan perintah diktator Belanda di perkebunan tebu di daerah Bangil.

Sakera, seperti juga jagoan-jagoan daerah lainya, menjadi korban politik adu domba yang diterapkan Belanda. Sakera ditangkap Belanda setelah dikhianati oleh salah satu temannya sendiri.

Sakera dimakamkan di wilayah Bekacak, Kelurahan Kolursari. Daerah paling selatan di Kota Bangil. Legenda jagoan berdarah Madura ini sangat populer di Jawa Timur.

Demikian rangkuman dari beberapa kisah perjuangan rakyat Jawa Timur yang merupakan korban politik adu domba atau dikenal dengan politik devide et impera, memecah belah dan menguasai, yang dilakukan penjajah Belanda.

Sekarang Bangsa Indonesia sudah merdeka namun bentuk-bentuk penjajahan baik secara ekonomi dan ideologis masih mencengkeram kita. Marilah kita belajar dari sejarah, masihkah kita mau di adu domba dengan saudara kita sendiri? Semoga tidak.

Sarip Tambak Oso : Kerikil Kecil Sejarah Bangsa Indonesia

Sarip Tambak Oso

Kerikil Kecil Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Kisah Sarip Tambak Oso adalah kisah yang sering dimainkan dalam kesenian Ludruk, kesenian khas Jawa Timuran. Sewaktu saya masih Sekolah Dasar, Ludruk menjadi salah satu hiburan bagi masyarakat, karena pada jaman itu televisi merupakan barang mewah dan hanya orang-orang kaya yang memilikinya. Dan, lakon Sarip Tambak Oso adalah lakon yang menjadi kesukaan saya.

Setiap orang Sidoarjo, Jawa Timur, pasti mengenal cerita Sarip karena cerita ini memang berasal dari sana. Tambak Oso adalah salah satu desa di Sidoarjo.

gambar sarip tambak oso

Baca Juga :

Kisah ini terjadi ketika Belanda dengan kompeninya masih menjajah ibu pertiwi, tidak ada catatan tahun sejarah peristiwa perlawanan Sarip Tambak Oso terhadap kompeni Belanda karena mungkin tokoh Sarip hanyalah “kerikil-kerikil kecil” sejarah bangsa Indonesia dalam melawan Belanda.

SARIP TAMBAK OSO adalah nama pemuda kampung yang tinggal di wetan (timur) sungai Sedati Sidoarjo. Dia dikenal sebagai seorang pendekar yang bertemperamen kasar tetapi sangat perhatian pada penderitaan orang-orang miskin yang menjadi korban pemungutan pajak oleh Belanda.

Sarip Tambak Oso memiliki ikatan batin yang kuat dengan ibunya, seorang janda tua yang miskin. Karena ketika masih kecil Sarip Tambak Oso memakan “lemah abang” (Tanah Merah) bersama ibunya. Lemah Abang tersebut adalah pemberian ayahnya, yang berkasiat,
Selama ibunya masih hidup, Sarip tidak akan pernah bisa mati meski dia terbunuh 1000x dalam sehari “.

Sarip  memiliki paman dari jalur ayahnya, dimana dia telah mengambil harta warisan berupa tambak peninggalan ayah Sarip untuk dimanfaatkan sendiri.

Suatu hari datang lurah Gedangan dan kompeni Belanda kerumah Sarip dengan maksud ingin menarik pajak tambak pada ibunya Sarip. Karena tambak yang dikelolah paman Sarip adalah atas nama Ayahnya Sarip.

Sarip ketika itu tidak ada dirumah sehingga tidak mengetahui peristiwa tersebut. Lurah Gedangan dibantu kompeni Belanda meminta paksa pajak tanah pada ibunya Sarip yang tidak mampu membayarnya. Ibunya Sarip dihajar, dipukul dan ditendang oleh lurah Gedangan dibantu oleh kompeni Belanda.

 Ibunya Sarip yang sudah tua rentah menangis dan merintih memanggil-manggil Sarip yang tidak ada di rumah waktu itu
Sariip reneoh leh..mbokmu dihajar londo le..Sarriiipp “ 

Sarip yang ketika itu tidak berada dirumah seolah mendengar rintihan ibunya dan dengan ilmu kesaktiannya segera kembali kerumahnya dan menemukan Ibunya sedang dianiaya oleh lurah Gedangan dan kompeni Belanda. Segera dicabutnya pisau yang selalu terselip dipinggang dan dibunuhnya lurah Gedangan dan sebagian kompeni Belanda,sisanya melarikan diri. Sejak saat itu Sarip Tambak Oso menjadi buronan kompeni Belanda.

Suatu hari Sarip mendatangi pamannya yang telah mengambil tanah tambak peninggalan orang tuanya, tetapi tidak diberikan oleh pamannya sehingga terjadi perkelahian antara Sarip dengan Pamannya. Karena merasa terdesak dan kalah, pamannya melarikan diri menuju kulon kali Sedati menemui salah satu pendekar yang bernama Paidi.

Paidi adalah pendekar kulon (Barat) kali Sedati yang mempunyai senjata andalan berupa Jagang karena ia berprofesi sebagai kusir delman. Paidi senang pada putri pamannya Sarip yang bernama Saropah sehingga ia mau membantu pamannya Sarip.

Paidi akhirnya pergi mendatangi Sarip dengan maksud untuk menuntut balas perlakuan Sarip pada pamannnya. Sarip dan Paidi akhirnya bertemu ditepi sungai Sedati, mereka akhirnya berkelahi dengan ilmu kesaktiannya. Sarip kalah dan terbunuh, jasadnya dibuang oleh Paidi ke sungai Sedati.

Ketika itu ibunya Sarip sedang mencuci pakaian di sungai Sedati, melihat air sungai berwarna merah darah maka ibunya Sarip mencari sumbernya dan betapa terkejutnya karena ternyata sumber warna merah sungai Sedati adalah warna darah dari darah anaknya dan seketika itu juga ibunya menjerit,

 ”Sariiip..tangio leh..durung wayahe awakmu mati..

Dan seketika itu juga Sarip bangkit dari kematiannya seperti orang bangun dari tidur. Oleh ibunya, Sarip diperintahkan untuk sementara waktu menyingkir dari kampungnya dan tinggal diujung kampung. Sarip pun mencari Paidi kembali dan bertarung dimana kali ini Paidi kalah dan terbunuh oleh Sarip.

Sebagai buronan Belanda, Sarip sering merampok rumah-rumah tuan tanah Belanda dan orang kaya yang menjadi antek-antek Belanda, dimana hasil rampokannya ia bagikan pada rakyat miskin yang ada didaerahnya. Belanda merasa kewalahan dengan sepak terjang Sarip yang semakin berani melawan Belanda.

Belanda pun menyewa pendekar-pendekar untuk melawan Sarip, tapi tidak ada yang bisa mengalahkannya karena setiap Sarip mati pasti dia akan hidup kembali dan berulang-ulang terjadi. Belanda pun mencar tahu apa gerangan yang menjadi rahasia kehebatan Sarip sehingga bisa hidup berulang-ulang setiap dia mati.

Akhirnya Belanda dapat mengetahui rahasia kelemahan Sarip dari pamannya yang merupakan saudara seperguruan ayahnya Sarip bahwa letak kesaktiannya Sarip ada di ibunya. Belanda akhirnya menangkap ibunya Sarip dan menembaknya. Sarip pun terdesak dan akhirnya tertangkap oleh Belanda.

Oleh Belanda Sarip dijatuhi hukuman mati dengan dikubur hidup-hidup dalam sumur dan ditutupi batu dan tanah oleh Belanda. Begitulah kisah Sarip Tambak Oso seorang pemuda pendekar Sidoarjo yang gugur melawan Belanda.
Politik Devide Et Impera atau politik Adu Domba pada masa penjajahan sudah diterapkan Belanda untuk meredam perlawanan Rakyat Indonesia. Sekarang bangsa Indonesia sudah merdeka, masih kah kita mau di adu domba? 

Atikel Lainnya :

Kisah Sawunggaling Mencari Cinta

Kisah Sawunggaling Mencari Cinta

Nama Sawunggaling sangat terkenal di Surabaya. Ada sasana tinju yang menghasilkan banyak petinju professional, salah satunya adalah Joko Arter, bernama sasana Sawunggaling. Kemudian ada sebuah hotel terkenal di Surabaya yang bernama Sawunggaling Inn,  nama ini juga menginspirasi pendiri SAWOONG dengan mengutip bagian depan nama "Sawunggaling" sebagai merk cinderamata. Bahkan nama itu melekat pada sosok musisi terkenal yaitu Sawung Jabo.

Tapi apa dan siapa sebenarnya Sawunggaling? Hampir semua orang pernah mendengar nama ini, namun pasti tidak banyak yang tahu siapa sebenarnya jati diri Sawunggaling, khususnya generasi muda.

gambar sawunggaling

Sawunggaling adalah seorang adipati Surabaya yang menentang penjajahan Belanda. Nama Sawunggaling telah menjelma menjadi legenda. Sosoknya ditempatkan antara mitos dan fakta. Makamnya pun ada dua, di Lidah Wetan III dan Wiyung.versi ceritanya macam-macam, namun ada garis merah tentang asal usulnya.

Baca Juga : 

Cinta Kedua Adipati Jayengrana

Cerita ini dimulai dari Kadipaten Surabaya yang saat ini berada di kawasan Kramat Gantung. Saat itu yang menjadi Adipati adalah Jayengrana. Adipati Jayengrana sudah beristri dan mempunyai anak, namun sang adipati yang gemar berburu masih terpikat oleh kecantikan dan kemolekan tubuh gadis cantik.

Pada suatu hari, Adipati Jayengrono berburu ke arah selatan menyusuri hutan hingga ke hutan Wiyung. Kawasan yang sekarang penuh perumahan saat itu adalah hutan terjal. Di tengah hutan, Sang adipati bertemu gadis cantik bernama Dewi Sangkrah, anak seorang pertapa yang mengasingkan diri.

Adipati Jayengrono terpikat dan jatuh hati kepada Dewi Sangkrah sehingga terjadilah perkawinan terselubung diantaranya. Perkawinan itu kemudian membuahkan seorang bayi laki-laki yang kelak diberi nama Bagus Ahmad yang bergalar raden. Kelak namanya menjadi Raden Bagus Ahmad. saat remaja julukannya adalah Jaka Berek.

Jaka Berek Mencari Cinta

Jaka Berek baru saja pulang dari bermain dengan teman-temannya. Ia marah, penasaran bukan kepalang karena teman-temannya selalu mengejek bahwa ia tak punya ayah sah alias anak haram.

Sesampai di rumah, Jaka Baerek segera menjumpai ibunya yang saat itu sedang berkumpul dengan kakek dan neneknya. Jaka Berek menanyakan siapa sebenarnya ayah kandungnya bukan kakeknya yang selama ini dianggap sebagai ayahnya.

Hati Dewi sangkrah berdebar, Ia sudah menduga hal ini akan terjadi.Tak bisa tidak dia harus menjawabnya dengan gamblang.
Anakku Jaka Berek, karena kau telah dewasa, sudah sepatutnya kau bertanya tentang ayahmu. Ketahuilah anakku, ayahmu adalah seorang adipati di Kadipaten Surabaya. Namanya Jayengrana. Bila ingin bertemu dengannya datanglah kesana.”
Setelah mendengar jawaban Ibunya, dengan bekal seadanya, Jaka Berek berangkat menuju Kadipaten Surabaya untuk menjumpai ayahnya. Namun ketika hendak memasuki pintu gapura kadipaten,Jaka Berek dicegat oleh seorang prajurit yang sedang berjaga.

Prajurit itu melarang Jaka Berek memasuki kadipaten, Jaka Berek bersikukuh untuk masuk sehingga terjadi perkelahian. Untunglah perkelahian itu diketahui oleh dua orang putera Adipati Jayengrana yang bernama Sawungsari dan Sawungrana.oleh mereka perkelahian itu dilerai.

Namun, kedua putera Adipati itu juga melarang Jaka Berek menemui Adipati sehingga terjadi perselisihan yang berujung perkelahian. Jaka Berek dikeroyok oleh kedua anak Adipati. Belum lama perkelahian terjadi, Adipati Jayengrana keluar dan melihatnya dan iapun segera menghampiri.

”Hei..hentikan perkelahian ini!”teriaknya.Adipati menanyakan hal ihwal perkelahian, kedua puteranyapun menjelaskan secara terperinci.

”Kamu yang bernama Jaka Berek yang mau menemuiku, sekarang katakan apa keperluanmu?”

”Hamba hanya ingin mencari ayah hamba yang menjadi adipati di sini yang bernama Adipati Jayengrana.kalau memang tuan orangnya,tentu tuanlah ayah hamba.”

”Nanti dulu. Siapa nama ibumu dan apa buktinya kalau kau memang anakku?”

”Hamba adalah putera dari Biyung Dewi Sangkrah. Sebagai buktinya,ibu memberi hamba sebuah selendang Cinde Puspita ini.”Jaka Berek mengeluarkan selendang dari bungkusan yang dibawanya.

Ternyata benar selendang itu adalah selendang Cinde Puspita yang dulu oleh Adipati Jayengrana diberikan pada Dewi Sangkrah yang dicintainya.

”Kalau begitu kau memang anakku” Adipati memeluk Jaka Berek dan memperkenalkan Jaka pada saudaranya, Sawungrana dan Sawungsari.

Jaka Berek pun tinggal di kadipaten dan berganti nama menjadi Sawunggaling.

Sayembara Umbul-umbul Tunggul Yuda

Suatu hari Kadipaten Surabaya kedatangan kompeni belanda yang dipimpin oleh Kapten Knol yang membawa surat dari Jenderal De Boor yang isinya mengatakan bahwa kedudukan adipati di Surabaya akan dicabut karena Adipati Jayengrana tak mau bekerjasama dengan kompeni belanda.

Tetapi pada saat itu,ada pengumuman bahwa di alun-alun Kartasura akan diadakan sayembara sodoran (perang tanding prajurit berkuda dengan bersenjata tombak) dengan memanah umbul-umbul yang bernama umbul-umbul Yunggul Yuda.

Adipati Jayengrana yang sudah dicabut kedudukannya itupun menyuruh kedua anaknya agar giat berlatih untuk mengikuti sayembara itu. Pemenang dari sayembara itu akan diangkat menjadi adipati di Surabaya.

Pada hari sayembara diadakan, tanpa memberitahu Sawunggaling, Jayengrana dan kedua puteranya pergi ke Kartasura.dan tanpa setahu merekapun Sawunggaling juga pergi ke Kartasura. Sebelum berangkat Sawunggaling pulang ke desa meminta do’a restu dari ibu, kakek dan neneknya.

Sayembara memanah umbul-umbul itu ternyata hanya diikuti oleh Sawungrana dan Sawungsari, tetapi keduanya gagal tak bisa menjatuhkan umbul-umbul Tunggul Yuda yang dipasang di Menara Galah. Karena tak ada pemenangnya, Sosra Adiningrat yang bertindak sebagai panitia pelaksana lomba, segera mengadakan pendaftaran lagi.

Pada saat itu ada seorang pemuda yang ikut mendaftar dan ternyata dialah Sawunggaling dan diapulalah satu-satunya yang bisa menjatuhkan umbul-umbul Tunggul Yuda. Dengan kemenangan ini selain diangkat menjadi adipati, Sawunggalingpun mendapatkan puteri dari Amangkurat Agung di Kartasura yang bernama Nini Sekat Kedaton.

Keberhasilan sawunggaling itu membuat iri dua saudaranya. Sawungrana dan Sawungsari ingin mencelakakan Sawunggaling, pada saat pesta besar-besaran untuk merayakan pengangkatan Sawunggaling sebagai adipati di Surabaya, secara diam-diam mereka memasukkan bubuk racun ke dalam gelas minuman Sawunggaling.namun perbuatan itu diketahui oleh Adipati Cakraningrat dari Madura.

Ketika  minuman itu disodorkan pada Sawunggaling,Adipati Cakraningrat pura-pura menubruk Sawunggaling yang mengakibatkan terjatuhnya gelas berisi racun itu. Melihat itu, Sawungrana sangat marah ”Dinda Sawunggaling, lihatlah ulah adipati dari Madura itu, dia tidak menghormatimu karena telah menjatuhkan minuman. Ini penghinaan

Dengan cepat, disambarnya tangan Adipati Cakraningrat dan ditariknya keluar dari kadipaten. ”mengapa paman menghinaku di hadapan para tamu. Apakah paman ingin menantangku berkelahi?” tanya Sawunggaling.

Tenang anakku, ketahuilah bahwa minuman yang hendak kau minum itu sebenarnya telah diberi racun oleh Sawungrana, aku melihatnya.” Sawunggaling merasa menyesal telah tergesa-gesa menuduh Adipati Cakraningrat yang bukan-bukan.

Dan semua itu memang telah direncanakan oleh para kompeni belanda. Kedua kakakmu telah bergabung dengan para kompeni karena menginginkan kedudukan sebagai adipati di Surabaya,” jelas Adipati Cakraningrat.

Sejak saat itu Sawunggaling bertekad memerangi belanda, dia selalu menambah kekuatan laskarnya. Dalam suatu peperangan yang sengit Sawunggaling berhasil membunuh Jenderal De Boor.

Akhirnya, karena menderita sakit parah, Sawunggaling meninggal dunia di daerah Kupang dan di makamkan di Lidah Wetan- Surabaya.

Pesan Moral

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral sehingga kita harus menghormati dan menghargai nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Pada jaman dahulu sering terjadi pernikahan yang tidak resmi, khususnya dilakukan oleh para bangsawan, lalu sang wanita ditinggalkan sehingga anak hasil buah kasihnya setelah besar kebingungan mencari cinta bapaknya.

Atikel Lainnya :

Sebuah Fakta Jika Sejarah itu Berulang

Jika pada masa lalu, sebelum berdirinya kerajaan Singosari, Tunggul Ametung adalah seorang Akuwu Tumapel yang berada dalam kekuasaan kerajaan Kediri. Maka pada masa berdirinya negara Indonesia, Bung Karno adalah presiden pertama dan panglima besar revolusi.

Terus apa hubungannya Tunggul Ametung dengan Bung Karno?

Apabila dikatakan bahwa terjadi pengulangan sejarah, maka apa yang dialami oleh Tunggul Ametung dialami juga oleh Bung Karno.


Ada beberapa persamaan yang mendukung kebenaran dari pernyataan tersebut, yaitu :

1.    Mereka sama-sama seorang penguasa

Meskipun berbeda jika dilihat dari luasnya wilayah kekuasaan namun mereka berdua adalah seorang penguasa. Tunggul Ametung adalah penguasa Tumapel dan Bung Karno adalah penguasa Negara republik Indonesia.

2.    Mereka berdua adalah orang-orang yang linuwih.

Mereka berdua adalah orang-orang yang dikenal memiliki kesaktian dan pusaka yang dapat diandalkan.

3.    Mereka berdua digulingkan oleh orang kepercayaannya sendiri.

Jika Tunggul Ametung digulingkan dan dibunuh oleh Ken Arok, salah seorang pengawal pribadinya. Maka Bung Karno digulingkan oleh Pak Harto, salah seorang jenderal kepercayaannya melalui Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.



Kedua tokoh tersebut memiliki persamaan pada jaman yang berbeda. Jika Bung Karno adalah Tunggul Ametung maka Pak Harto atau Soeharto adalah Ken Aroknya.

Mengapa?

Berikut ini adalah beberapa persamaan antara Ken Arok dan Pak Harto.

1.    Mereka berdua berasal dari rakyat jelata

Seperti Ken Arok, Pak Harto berasal dari kalangan rakyat jelata bukan dari kalangan bangsawan. Dalam bukunya, 'Anak Desa dari Dusun Kemusuk' dijelaskan dengan gamblang tentang asal usul Pak Harto sebagai anak desa.

2.    Mereka berdua memiliki guru yang mumpuni.

Kedua orang ini merupakan orang-orang yang suka berguru dan mencari ilmu baik ilmu kanuragan maupun politik dan strategi perang. Jika salah satu guru Ken Arok adalah Brahmana Logawe maka salah satu guru Pak Harto adalah Jendral Gatot Soebroto.

3.    Mereka berdua ditempa keadaan

Pada masanya, Ken Arok, ditempa dengan kondisi ekonomi dan lingkungannya sehingga menjadikan dirinya seorang perampok terkenal. Sedangkan Pak Harto ditempa dengan kesederhanaan dan perang melawan penjajah.

4.    Mereka berdua adalah orang kepercayaan penguasa.

Ken Arok adalah salah seorang pengawal pribadi Tunggul Ametung dan Pak Harto adalah salah satu jenderal kepercayaan Bung Karno.

5.    Mereka berdua menggulingkan penguasa lalu menjadi penguasa berikutnya.

Ken Arok membunuh Tunggul Ametung lalu menggantikannya sebagai akuwu Tumapel sementara Pak Harto menggulingkan Bung Karno lalu menjadi presiden penggantinya.


Jika ditelusuri dari kisah Ken Arok dan Tunggul Ametung lalu dihubungkan dengan perjalanan berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno maka memang ada benang merah diantaranya dan fakta ini membuktikan kebenaran bahwa sejarah berulang.

Runtuhnya Kediri

Tunggul Ametung, yang pada masanya terkenal memiliki kesaktian yang sukar dicari bandingannya, adalah seorang penguasa yang gemar akan gadis-gadis cantik. Korban terakhirnya adalah Ken Dedes putri seorang brahmana yang diambil secara paksa saat mandi di sungai.

Baca Juga : Kali Mewek : Tempat Ken Dedes Diculik

Ken Arok yang jatuh hati kepada Ken Dedes setelah melihat cahaya yang memancar dari paha Ken Dedes saat kain yang dikenakannya tersingkap. Harus menelan ludah karena Ken Dedes adalah istri Tunggul Ametung sehingga ia harus mencari cara untuk menyingkirkan sang Akuwu.

Untuk melaksanakan niatnya, ia harus membuat sebuah keris pusaka yang dapat menembus kesaktian Tunggul Ametung.

Mpu Gandring adalah seorang Mpu atau pembuat keris yang terkenal pada masanya, karena desakan Ken Arok dan atas referensi Brahmana Logawe akhirnya rela membuat keris yang dapat menembus kesaktian Tunggul Ametung.

Konon Tunggul Ametung memiliki mustika merah delima yang tersimpan di 'lak-lak' an mulutnya yang membuatnya kebal dari berbagai macam senjata. Sehingga Mpu Gandring membuat keris 'pamengkang jagad' untuk memunahkan kesaktiannya.

Apakah Ken Arok bekerja sendiri? Tidak.

Dibelakangnya ada Brahmana Logawe dan para brahmana lain yang teraniaya oleh kebijakan Kertajaya, raja Kediri. Niat Ken Arok untuk menyingkirkan Tunggul Ametung adalah sasaran antara untuk tujuan lebih besar yaitu menggulingkan Kertajaya raja Kediri.

Dan setelah Ken Arok berhasil membunuh Tunggul Ametung lalu menjadi akuwu Tumapel dan mempersunting Ken Dedes, maka rencana Brahmana Logawe untuk menggulingkan Kertajaya, raja Kediri melalui tangan Ken Arok, berhasil diwujudkan.


Runtuhnya Presiden Soekarno

Seperti Tunggul Ametung, Bung Karno adalah sosok yang sakti mandraguna. Disamping memiliki ilmu kesaktian, Bung Karno juga banyak memiliki benda-benda pusaka yang memiliki tuah. Terbukti Bung Karno dapat lolos dan selamat dari beberapa kali usaha pembunuhan termasuk 7 kali usaha pembunuhan yang tercatat dalam sejarah.


Namun Soekarno membeberkan bagaimana cara membunuhnya. Menurutnya rakyatlah yang membuatnya tetap hidup, sehingga untuk membunuhnya cukup menjauhkannya dari rakyatnya. Berikut ini adalah kata-kata Bung Karno.
Semua yang kucapai selama di dunia, ini adalah karena rakyatku tanpa rakyat aku tak bisa apa-apa. Jadi tidak perlu senapan, bom apalagi pesawat tempur hanya untuk membunuh seorang Bung Karno, jauhkan saja aku dari rakyatku, maka aku akan mati perlahan-lahan,”
Inilah yang dijadikan kunci oleh Pak Harto untuk mengalahkan Bung Karno, tidak perlu keris pusaka seperti keris Mpu Gandring. Melalui beberapa strategi yang menjadi keahliannya dan dukungan jendral-jendral senior yang berseberangan dengan Bung Karno, Pak Harto berhasil melengserkan Bung Karno lalu memisahkannya dengan rakyat.

Diawali dengan gesekan ideologi lalu meletusnya peristiwa G30S-PKI kemudian gerakan massa yang menuntut mundurnya Bung Karno maka dengan berbagai dalih akhirnya kepercayaan rakyat terhadap Bung Karno melemah.

Pada masa peralihan dari pemerintahan Soekarno ke Soeharto, dilakukan razia di seluruh pelosok tanah air dengan tujuan melepas dan mengambil segala macam atribut yang berhubungan dengan Bung Karno. Foto, poster dan lain-lain. Sehingga dengan perlahan ikatan rakyat dengan Bung Karno menjadi lemah.

Demikian kesamaan peristiwa yang menimpa Tunggul Ametung dan Bung Karno yang membuktikan fakta kebenaran terjadinya pengulangan sejarah. Jika ada pepatah yang mengatakan 'mari belajar dari sejarah', maka hal ini yang sudah dilakukan oleh Pak Harto.

Seperti apa yang dilakukan oleh Rangga Warsita pujangga keraton Solo yang meniru laku yang dijalankan oleh Ken Arok, maka Pak Harto meniru dan menerapkan strategi yang diterapkan oleh pendiri Singasari itu dalam meraih kekuasaan.


FAKTA KEBOHONGAN DARI SEORANG IBU, YANG WAJIB DIKETAHUI PUBLIK

Berikut ini adalah fakta-fakta yang membuktikan bahwa seorang ibu adalah pembohong.

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, “Cepatlah makan, ibu tidak lapar." Bahkan seorang ibu rela menahan lapar asalkan anaknya dapat makan.

2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "ibu tidak suka daging, makanlah, nak."

3. Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata, "Istirahatlah nak, ibu masih belum ngantuk."

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu, nak, ibu masih punya uang."

5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana."

6. Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa-apa."

Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat ibu. Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu selalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita, tetapi beliau tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

“Kasih Ibu sepanjang jalan .. “

gambar ibu dan anaknya

Semoga semua anak di dunia ini, bisa menghargai setiap kebohongan seorang ibu karena beliaulah ‘Pangeran Katon’ atau Tuhan Yang Nyata perpanjangan kasih ALLAH untuk menjaga kita.

Terima kasih IBU...

3 x Hampir Tersambar Petir

Pada musim hujan ini, suara petir bersahutan di angkasa lebih sering terdengar mengawali tetesan-tetesan air yang turun dari langit. Suaranya yang menggelegar diiringi kilat cahaya lalu muncul sosok  petir yang menyambar ke arah yang dikehendakinya, menggetarkan hati bagi siapapun yang mendengar dan melihatnya.



gambar petir

Petir itu nyata dan hidup.

Melihat dan mendengar suara petir mengingatkan saya pada beberapa tahun yang lalu saat mengalami peristiwa tiga kali hampir tersambar petir.

Peristiwa Pertama

Saat itu saya masih seorang pemuda berumur dua puluh tiga tahun, dan pada masa itu, saya lagi aktif dan rajin menjalankan satu olahraga pernafasan yang bernama ORHIBA atau Olahraga Hidup Baru yang saya pelajari dari seorang guru waktu merantau ke Balikpapan.

ORHIBA adalah salah satu olahraga kesehatan yang ditemukan beberapa puluh tahun yang lalu oleh seorang pendeta dari Manado yang merantau ke Jawa lalu bermukim di Banyuwangi tepatnya di desa Galekan. 
Pada masanya ORHIBA sempat mengalami kejayaan dan menjadi salah satu oleharga resmi yang harus dijalankan oleh anggota Kepolisian Republik Indonesia. Saat itu masih dalam pemerintahan Presiden Soekarno dan yang menjadi Kapolri adalah bapak Hoegeng.

Ketika meletus peristiwa pada tahun 1965, karena kedekatan sang guru besar ORHIBA dengan Bung Karno dan karena perbedaan agama serta ideologi maka sedikit banyak disangkut-pautkan dengan peristiwa itu, sehingga dengan perlahan kebesaran ORHIBA memudar.

Maka di jaman sekarang ini sangat susah mencari tempat atau orang yang masih mengenal atau menjalankan ORHIBA kecuali di Bali yang masih banyak orang yang menjalankan dan mewariskannya secara turun temurun.

Setiap pagi, siang dan sore hari, saya rutin menjalankan Olahraga ini tanpa ketinggalan sehari pun sehingga saat itu badan saya sehat dan bugar selalu. Seiring dengan berjalannya usia, saya mencoba untuk memahami lebih dalam filosofi yang terkandung dalam olahraga ini.

ORHIBA bertujuan untuk menghidupkan kembali sel-sel tubuh yang rusak selama kita hidup lalu mengembalikan seperti fungsinya semula sehingga badan kembali sehat. Dalam setiap gerakan ORHIBA diiringi dengan tarikan dan hembusan nafas  disertai dengan niat “aku hidup” sehingga tertanam dalam jiwa keyakinan akan hidup sehat atau hidup baru yang penuh kesehatan.

Suatu hari saya bertanya kepada guru yang mengajarkan ORHIBA.

Saya  : “Bagaimana jika saya ingin menyatu dengan alam semesta?”
Guru  : “Manusia adalah mikro kosmos dan alam semesta adalah makro kosmos, jika kamu mau merasakan menyatu dengan alam semesta, cobalah untuk berlatih ORHIBA saat turun hujan di lapangan atau alam terbuka.”

Karena mau merasakan bagaimana menyatu dengan alam maka saya melaksanakan perintah guru saya tersebut. Saat hujan deras, saya berlatih ORHIBA ditengah lapangan sepak bola. Ketika semakin tenggelam dalam konsentrasi melakukan gerakan demi gerakan diiringi dengan niat “aku hidup”, tiba-tiba petir menyambar di empat penjuru tepat satu meter di sekeliling tubuh saya.

Tubuh saya bergetar, seolah seluruh otot-otot, daging dan tulang dalam tubuh bergetar  sehingga saya terduduk lemas tak berdaya.   Kurang lebih setengah jam lamanya dan hujan masih deras, setelah mengumpulkan tenaga, saya bergegas pulang sambil merenungkan kejadian ini.

Peristiwa Kedua

Setelah kejadian itu, setahun kemudian saya pindah kerja ke Jakarta dan masih rutin menjalankan olahraga ORHIBA.

Suatu hari ketika jam makan siang, turun hujan gerimis. Selesai makan di sebuah warteg , saya nekat berjalan kembali ke kantor. Saat menyeberang jalan di sebuah perempatan jalan dan hampir mencapai trotoar jalan yang ada ditengah, tiba-tiba petir menyambar tepat satu meter disamping kiri saya. Reflek saya melompat menghindar, namun tubuh saya lemas tak bertenaga sehingga saya duduk di trotoar sampai beberapa saat lamanya.

gambar petir2

Orang-orang yang melihat kejadian itu, segera menghampiri saya untuk menanyakan keadaan saya. Ketika melihat saya masih sehat, mereka menggeleng-gelengkan kepala penuh keheranan.Untuk menghindari kerumunan orang lebih banyak lagi, saya bergegas kembali ke kantor dengan membawa banyak pertanyaan.

Peristiwa Ketiga

Beberapa tahun kemudian, saya dipindahkan bekerja kembali di Balikpapan. Suatu hari saya bertemu dengan seorang gelandangan yang ternyata adalah seorang musafir atau orang yang sedang menjalankan laku prihatin. Saat itu gelandangan itu sedang mangais-ngais sampah mencari makanan sisa. Terketuk hati saya kemudian saya mendatanginya sambil memberikan nasi bungkus dan minuman kepadanya lalu mengajaknya berteduh di bawah sebuah pohon.

Setelah berkenalan, ternyata musafir tersebut berasal dari kota Surabaya, anak seorang Kyai terkenal yang sedang menjalankan laku hingga sampai ke Balikpapan. Sebelum berpisah, sang musafir memberikan satu amalan yang katanya dalan bahasa Suryani atau bahasa Malaikat yaitu “yaa Kayu” yang artinya hidup.

Karena merasa penasaran, suatu malam saya duduk di halaman rumah sehingga hanya beratapkan langit yang cerah lalu mencoba mengamalkan amalan tersebut.

Yaa Kayu ... Yaa Kayu ... Yaa kayu ...”  Terus menerus saya lafalkan kalimat itu.

Tiba-tiba langit yang cerah berubah menjadi gelap diselimuti awan lalu hujan gerimis pun turun. Berbarengan dengan turunnya air hujan, serangkaian kilat sambar-menyambar menghampiri tempat dimana saya duduk. 

Saya duduk terpaku melihat pemandangan ini, nyali saya mengerut kecil sekali. Dan saat rangkaian petir itu mendatangi, saya hanya bisa duduk pasrah sambil memejamkan mata. Terdengar suara menggelegar di sekeliling saya, setelah itu sunyi dan langit perlahan kembali cerah. Setelah menunggu beberapa saat barulah saya membuka mata lalu bergegas masuk ke dalam rumah, tidur dengan badan menggigil ketakutan.

Kesimpulan

Dari beberapa pengalaman saya berhubungan dengan petir, timbul satu pertanyaan besar dalam diri saya. Apa hubungannya petir dengan kalimat “hidup” dalam bahasa apa pun?

Melihat berita tentang banyaknya orang yang tewas tersambar petir, sempat terbersit dalam hati saya, apakah petir adalah kepanjangan tangan dari malaikat maut atau merupakan lidah api Bethara Kala yang mencari mangsanya?

Ternyata menurut pendapat saya pribadi, petir adalah hidup yang menjadi utusan Tuhan untuk menghidupi alam semesta seisinya. Bayangkan jika tidak ada petir maka tidak akan turun hujan, dan ternyata petir menghidupkan mikro organisme di dalam tanah sehingga tanah menjadi subur.

Wallahu a’lam.

Kisah Malin Kundang : Anak Durhaka

Kisah Malin Kundang - Malin Kundang adalah cerita rakyat yang berasal dari daerah Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya sehingga dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.

Gambar Malin Kundang
Kisah Malin Kundang

Di pesisir pantai wilayah Sumatra, tinggalah sebuah keluarga nelayan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Kehidupan mereka sangat memperihatinkan, penuh dengan kesulitan dan jauh dari kata mapan. Melihat kondisi kehidupan keluarga yang serba sulit ini, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas, berharap akan bisa merubah nasib kehidupan keluarganya. Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug kecil mereka.

Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Bahkan kabar keberadaannya pun sudah tidak terdengar lagi. Sang ibu hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa sang suami sudah tidak ada disampingnya lagi, entah beada dimana dia sekarang.

Hari-harinya kini dilalui berdua, ibunya yang harus menggantikan posisi ayah Malin sebagai tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah. Semua pekerjaan seberat apapun selama itu halal, dikerjakan sang ibu demi menghidupi anak semata wayangnya malin kundang.

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Setelah beranjak remaja, Malin sudah mulai berfikir tentang kehidupan keluarganya, Malin merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk mengidupi dan membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya dan bisa membalas jasa ibunya, membahagiakan dan membanggakan keluarganya.

Saat Malin berada di pantai, Malin memperhatikan seorang nahkoda yang tidak lain adalah tetangganya, malin melihat bagaimana nahkoda tersebut menjadi orang kaya dan hidup dengan kesenangan. Malin dengan ragu mendekat dan bertanya seputar keberhasilannya. Dan sang nahkoda pun menceritakan bagaimana kisah hidupnya di mulai. Malin sangat tertarik dan ingin seperti nahkoda tersebut. Nahkoda pun menawarkan malin untuk ikut berlayar dengannya. Malin tertarik dengan ajakan nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin pun pulang hendak mengutarakan niatnya kepada sang ibu.

Malam hari Malin mulai berbincang dengan ibunya. dalam perbincangannya Malin pun mengutarakan niatnya. Saat Malin mengutarakan niatnya kepada sang ibu, dengan serta merta ibunya kebaratan, karena malin adalah anak satu-satunya dan harta paling berharga dalam hidupnya. namun karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati.

Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya.
"Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar sang ibu sambil berlinang air mata.

Kapalpun mulai berlayar dan semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin yang terus terisak sedih karna ditinggal anaknya. Kini sang ibu hidup hanya sebatangkara. Hanya harapan yang kini dia miliki untuk bertahan hidup, harapan untuk bertemu kembali dengan anak kesayangannya kelak.

Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut.

Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai.
Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya.

Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Di sanalah malin mulai merintis kehidupannya. Bertahun-tahun malin bekerja keras, siang malam, hingga akhirnya, dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin berhasil menjadi seorang yang sukses dan kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang.

Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. Gadis tersebut adalah anak dari seorang saudagar kaya raya, Malin pun mendapatkan restu dari ayah si gadis dan dinikahkan.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Sampai akhirnya kapal malin berlabuh di sebuah dermaga yang mana dermaga itu adalah tidak lain tempat dimana malin kecil sering bermain.

Saat kapal Malin berlabuh di dermaga, salah seorang penduduk yang merupakan kerabat dekat malin melihat dan mengenali malin. maka dengan tergesa-gesa orang tersebut berlari menuju tempat dimana Ibu Malin Kundang berada, langsung sang ibu di kabarkan dan saat itu juga sang ibu langsung bergegas menuju dermaga.

Sang ibu melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang.

"Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?" Katanya sambil memeluk Malin Kundang.

Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh.

"Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku," kata Malin Kundang pada ibunya.
Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping.

"Wanita itu ibumu?" Tanya istri Malin Kundang.
"Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku,"  sahut Malin kepada istrinya.

Malin kundang pun memerintahkan kepada awak kapal nya untuk kembali naik dan berlayar kembali meninggalkan dermaga.

Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka.
Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu."

Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Menyadari keadaannya kini Malin sadar dan menyesali atas kesalahannya kepada sang ibu, malin serasa ingin berteriak memohon ampun pada sang ibu, namun semuanya sudah terlambat, dia hanya bisa menangis dan meneteskan air mata penyesalan dalam kebekuannya.

Demikianlah kisah si Malin Kundang, seorang anak yang durhaka kepada ibu kandungnya yang melahirkan dan merawatnya sejak kecil. Pantaslah dia menjadi batu karena begitu keras hatinya sehingga tidak mau mengakui ibu kandungnya, harta kekayaan menutupi mata hatinya. Dan memang sepantasnya jika dia tidak mendapatkan Surga dari Telapak kaki Ibunya.

Sumber : KSI (Intan Permana)