Kisah Malin Kundang : Anak Durhaka

Kisah Malin Kundang - Malin Kundang adalah cerita rakyat yang berasal dari daerah Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya sehingga dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.

Gambar Malin Kundang
Kisah Malin Kundang

Di pesisir pantai wilayah Sumatra, tinggalah sebuah keluarga nelayan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Kehidupan mereka sangat memperihatinkan, penuh dengan kesulitan dan jauh dari kata mapan. Melihat kondisi kehidupan keluarga yang serba sulit ini, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas, berharap akan bisa merubah nasib kehidupan keluarganya. Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug kecil mereka.

Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Bahkan kabar keberadaannya pun sudah tidak terdengar lagi. Sang ibu hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa sang suami sudah tidak ada disampingnya lagi, entah beada dimana dia sekarang.

Hari-harinya kini dilalui berdua, ibunya yang harus menggantikan posisi ayah Malin sebagai tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah. Semua pekerjaan seberat apapun selama itu halal, dikerjakan sang ibu demi menghidupi anak semata wayangnya malin kundang.

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Setelah beranjak remaja, Malin sudah mulai berfikir tentang kehidupan keluarganya, Malin merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk mengidupi dan membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya dan bisa membalas jasa ibunya, membahagiakan dan membanggakan keluarganya.

Saat Malin berada di pantai, Malin memperhatikan seorang nahkoda yang tidak lain adalah tetangganya, malin melihat bagaimana nahkoda tersebut menjadi orang kaya dan hidup dengan kesenangan. Malin dengan ragu mendekat dan bertanya seputar keberhasilannya. Dan sang nahkoda pun menceritakan bagaimana kisah hidupnya di mulai. Malin sangat tertarik dan ingin seperti nahkoda tersebut. Nahkoda pun menawarkan malin untuk ikut berlayar dengannya. Malin tertarik dengan ajakan nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin pun pulang hendak mengutarakan niatnya kepada sang ibu.

Malam hari Malin mulai berbincang dengan ibunya. dalam perbincangannya Malin pun mengutarakan niatnya. Saat Malin mengutarakan niatnya kepada sang ibu, dengan serta merta ibunya kebaratan, karena malin adalah anak satu-satunya dan harta paling berharga dalam hidupnya. namun karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati.

Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya.
"Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar sang ibu sambil berlinang air mata.

Kapalpun mulai berlayar dan semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin yang terus terisak sedih karna ditinggal anaknya. Kini sang ibu hidup hanya sebatangkara. Hanya harapan yang kini dia miliki untuk bertahan hidup, harapan untuk bertemu kembali dengan anak kesayangannya kelak.

Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut.

Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai.
Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya.

Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Di sanalah malin mulai merintis kehidupannya. Bertahun-tahun malin bekerja keras, siang malam, hingga akhirnya, dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin berhasil menjadi seorang yang sukses dan kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang.

Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. Gadis tersebut adalah anak dari seorang saudagar kaya raya, Malin pun mendapatkan restu dari ayah si gadis dan dinikahkan.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Sampai akhirnya kapal malin berlabuh di sebuah dermaga yang mana dermaga itu adalah tidak lain tempat dimana malin kecil sering bermain.

Saat kapal Malin berlabuh di dermaga, salah seorang penduduk yang merupakan kerabat dekat malin melihat dan mengenali malin. maka dengan tergesa-gesa orang tersebut berlari menuju tempat dimana Ibu Malin Kundang berada, langsung sang ibu di kabarkan dan saat itu juga sang ibu langsung bergegas menuju dermaga.

Sang ibu melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang.

"Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?" Katanya sambil memeluk Malin Kundang.

Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh.

"Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku," kata Malin Kundang pada ibunya.
Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping.

"Wanita itu ibumu?" Tanya istri Malin Kundang.
"Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku,"  sahut Malin kepada istrinya.

Malin kundang pun memerintahkan kepada awak kapal nya untuk kembali naik dan berlayar kembali meninggalkan dermaga.

Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka.
Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu."

Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Menyadari keadaannya kini Malin sadar dan menyesali atas kesalahannya kepada sang ibu, malin serasa ingin berteriak memohon ampun pada sang ibu, namun semuanya sudah terlambat, dia hanya bisa menangis dan meneteskan air mata penyesalan dalam kebekuannya.

Demikianlah kisah si Malin Kundang, seorang anak yang durhaka kepada ibu kandungnya yang melahirkan dan merawatnya sejak kecil. Pantaslah dia menjadi batu karena begitu keras hatinya sehingga tidak mau mengakui ibu kandungnya, harta kekayaan menutupi mata hatinya. Dan memang sepantasnya jika dia tidak mendapatkan Surga dari Telapak kaki Ibunya.

Sumber : KSI (Intan Permana)

Syair “Tanpo Waton” dan Seorang Sahabat

Syair “Tanpo Waton” dan Seorang Sahabat : Ketika saya menelpon seorang sahabat, terdengar syair lagu yang didendangkan oleh Gus Dur sebagai NSP-nya mengalun merdu. Rupanya sahabat tersebut sengaja tidak mengangkat telpon agar saya lebih lama mendengar syair tersebut. Inilah syair yang saya dengar.

Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma'rifate
Ugo haqiqot manjing rasane

Ugo haqiqot manjing rasanee...

Awalnya saya merasa asing mendengar syair-syair dalam bahasa Jawa tersebut, karena sudah lebih dari 10 tahun merantau dan bergaul dalam lingkungan bukan orang Jawa. Merasa penasaran saya mencoba mencari tahu tentang syair tersebut dari berbagai sumber.

Ternyata syair tersebut adalah syair "Tanpo waton" atau yang lebih kita kenal sebagai syair "Gus Dur" yang disusun oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dua bulan menjelang beliau wafat.


Dari sumber lain juga disebutkan bahwa sebenarnya syair ini di ciptakan oleh hadratus syeikh Hasyim Asy'ari (Kakek Gus Dur) yang kemudian di kumandangkan lagi oleh Gus Dur. Isi syair berbahasa jawa ini sarat dengan nilai-nilai spiritual yang sangat patut kita resapi makna dibaliknya.

Berikut ini adalah isi lengkap syair Gus Dur (Tanpo Waton).

Ngawiti ingsun nglaras syi'iran # Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan # Rino wengine tanpo pitungan

Rino wengine tanpo pitungan...

Duh bolo konco priyo wanito # Ojo mung ngaji syare'at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco # Tembe mburine bakal sangsoro

Tembe mburine bakal sangsoro...

Akeh kang apal Qur'an Haditse # Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke # Yen isih kotor ati akale

Yen isih kotor ati akale...

Gampang kabujuk nafsu angkoro # Ing pepaese gebyare donyo
Iri lan meri sugihe tonggo # Mulo atine peteng lan nisto

Mulo atine peteng lan nisto...

Ayo sedulur jo nglaleake # Wajibe ngaji sa'pranatane
Nggo ngandelake iman tauhide # Baguse sangu mulyo matine

Baguse sangu mulyo matine...

Kang aran sholeh bagus atine # Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma'rifate # Ugo haqiqot manjing rasane

Ugo haqiqot manjing rasanee...

Al-Qur'an Qodim wahyu minulyo # Tanpo tinulis iso diwoco
Iku wejangan guru waskito # Den tancepake ing jero dodo

Den tancepake ing jero dodo...

Kumantil ati lan pikiran # Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu'jizat rosul dadi pedoman # Minongko dalan manjinge iman

Kelawan Alloh kang moho suci # Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadlohi # Dzikir lan suluk jo nganti lali

Dzikir lan suluk jo nganti lali...

Uripe ayem rumongso aman # Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo nadjan pas-pasan # Kabeh tinakdir saking pengeran

Kabeh tinakdir saking pengeran...

Kelawan konco dulur lan tonggo # Kang podo rukun ojo dursilo
Iku sunnahe rosul kang mulyo # Nabi Muhammad panutan kito

Nabi Muhammad panutan kito...

Ayo nglakoni sekabehane # Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senadjan asor toto dzohire # Ananging mulyo maqom drajate

Ananging mulyo maqom drajate...

Lamun palastro ing pungkasane # Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh swargo manggone # Utuh mayite ugo ulese

Utuh mayite ugo ulese...

Terjemahannya sebagi berikut :

Aku memulai menembangkan (menyanyikan) sya’ir # Dengan memuji kepada Tuhan
Yang memberi rahmat dan kenikmatan # Siang dan malam tanpa perhitungan

Wahai para sahabat pria dan wanita # jangan hanya belajar syari’at saja
Hanya pandai mendongeng (bicara),menulis dan membaca # Akhirnya hanya akan sengsara

Banyak yang hafal al-Qur’an dan hadistnya # Suka mengkafirkan orang lain
Kekafirannya sendiri tidak diperhatikan # Kalau masih kotor hati dan akalnya

Mudah tertipu nafsu angkara # Dalam hiasan gemerlapnya dunia
Iri dan dengki kekayaan tetangga # Maka hatinya gelap dan nista

Mari saudara jangan melupakan # Kewajiban mengaji (belajar) lengkap dengan aturannya
Untuk menebalkan iman tauhidnya # Bagusnya bekal mulia matinya

Yang disebut orang shaleh itu bagus hatinya # Karena sempurna seri keilmuannya
Melakukan thariqat dan ma’rifatnya # Juga hakekat meresap rasanya

Al-qur’an qodhim wahyu yang mulia # Tanpa ditulis bisa dibaca
Itu wejangan (pesan) guru yang waskita # Ditancapkan ke dalam dada

tergantung (tertempel) di hati dan pikiran # Merasuk ke dalam badan dan tubuh
Mu’jizat rasul ( Al-qur’an ) jadi pedoman # Sebagai jalan masuknya iman

Kepada Allah yang Maha suci # Harus berpelukan (mendekatkan diri) siang dan malam
Diusahakan dan dilatih # Dzikir dan suluk jangan sampai dilupakan

Hidupnya tentram dan merasa aman # Itulah perasaan tanda beriman
Sabar menerima meskipun (hidup) pas-pasan # Semua sudah ditakdirkan dari Tuhan

Terhadap teman, saudara dan tetangga # Rukunlah jangan bertengkar
Itu sunnah Rasul yang mulia # Nabi Muhammad suri tauladan kita

Mari jalani semuanya # Allah yang akan mengangkat derajatnya
Meskipun rendah secara lahiriah # Namun mulia kedudukan derajatnya disisi Allah

Ketika ajal telah datang di Akhir # Tidak tersesat roh dan sukma(raga)nya
Disanjung Allah surga tempatnya # Utuh (lengkap) jasadnya juga kain kafannya

Begitulah isi dan terjemahan dari syair “Tanpo Waton” yang didendangkan oleh Gus Dur dua bulan menjelang kematiannya.

Dan syair ini semakin terkenal bahkan dijadikan Nada Sambung Pribadi (NSP) oleh banyak orang terutama GusDur-ian setelah peristiwa longsornya makam Gus Dur sehingga terlihat jasad dan kain kafan Gus Dur masih utuh padahal sudah satu tahun lamanya beliau meninggal.

Hal ini menunjukkan bahwa apa yang terkandung dalam syair “Tanpo Waton” memang sudah menjadi amalan Gus Dur sehingga terbukti jasad dan kain kafannya masih utuh meskipun beliau sudah meninggal setahun lebih.

Seperti terungkap dalam bait terakhir syair “tanpo waton”..

Lamun palastro ing pungkasane # Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh swargo manggone # Utuh mayite ugo ulese

Terus apa hubungannya dengan sahabat Saya?

Waktu saya menelpon dia, itu adalah kali pertama saya berhubungan kembali dengannya setelah hampir sepuluh tahun lebih saya tidak berjumpa dengan sahabat saya tersebut.

Sebelumnya saya sangat mengenalnya dengan baik bagaimana tingkah-laku dan perbuatannya. Namun setelah kembali bertemu dan bergaul lagi, sungguh sangat berbeda tingkah-laku dan perbuatannya meskipun dalam beberapa hal tertentu masih seperti dulu.

Rupanya, syair “Tanpo Waton” yang menjadi NSP-nya, sangat membekas dan menjadi amal perbuatannya sehingga merubahnya menjadi sosok yang lebih matang dan lebih dewasa.

Semoga dengan menyebar-luaskan syair “Tanpo Waton” yang didendangkan oleh Gus Dur akan merubah saya dan sahabat-sahabat saya yang lain mengikuti jejak Gus Dur, menjadi sosok yang lebih baik.

Amiin.

Kisah Nabi Sulaiman : Raja dan Penguasa Jin

Nabi Sulaiman adalah salah seorang putera dari Nabi Daud. Sejak masih kanak-kanak Nabi Sulaiman sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian di dalam mempertimbangkan dan mengambil suatu keputusan.


Nabi Sulaiman Seorang Hakim Yang Adil


Sewaktu Nabi Daud, ayahnya menduduki tahta kerajaan Bani Isra'il, Nabi Sulaiman selalu diajak untuk mendampinginnya dalam setiap sidang pengadilan yang diadakan untuk menangani perkara-perkara perselisihan dan sengketa yang terjadi di dalam masyarakat.

Suatu peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otaknya terjadiketika ada dua orang yang bersengketa datang mengadu meminta keadilan kepada Nabi Daud.

Seorang pemilik kebun dan satunya pemilik hewan ternak. Pemilik kebun mengadu jika kebun tanamannya yang sudah mendekati panen telah dimasuki oleh kambing-kambing milik kawannya di waktu malam sehingga mengakibatkan kerusakan yang parah.Pemilik ternak mengakui bahwa memang hewan ternaknya  yang merusakkan kebun kawannya itu.

Dalam perkara sengketa tersebut, Nabi Daud memutuskan pemilik ternak harus mengganti kerugian pemilik kebun dengan jalan menyerahkan binatang peliharaannya kepada pemilik kebun akibat kelalaiannya dalam menjaga binatang ternaknya.

Akan tetapi Sulaiman yang mendengar keputusan itu merasa kurang tepat, maka ia berkata kepada ayahnya :
"Wahai ayahku, menurut pertimbanganku keputusan itu sepatut berbunyi sedemikian : Kepada pemilik perkarangan yang telah rusak tanamannya diberi hewan ternak tetangganya untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi keperluannya, sedang kebun yang telah rusak diserahkan kepada pemilik ternak untuk diperbaiki dan dirawat sampai kembali kepada keadaan asalnya, kemudian masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian masing-masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau kerugian lebih daripada yang sepatutnya."

Nabi Daud menyetujuinya. Keputusan yang diusulkan oleh Nabi Sulaiman itu diterima baik oleh kedua orang yang bersengketa dan disambut gembira oleh semua orang yang menghadiri sidang.
 
Peristiwa ini merupakan permulaan dari sejarah hidup Nabi Sulaiman yang penuh dengan mukjizat kenabian dan kurnia Allah yang dilimpahkan kepadanya dan kepada ayahnya Nabi Daud.


Sulaiman Menjadi Raja

Sejak masih berusia muda Sulaiman telah disiapkan oleh Daud untuk menggantikannya untuk menduduki tahta singgahsana kerajaan Bani Isra'il.

istana nabi sulaiman

Kakak Nabi Sulaiman yang bernama Absyalum tidak merelakan jika tahta itu diserahkan kepada adiknya.  Absyalum  merasa dirinya adalah putera pertama yang memiliki pengalaman dan kemampuan lebih baik daripada adiknya.

Akhirnya Absyalum memberontak dan merebut tahta dari ayahnya dengan cara paksa. Nabi Daud menyingkir ke bukit Zaitun, Jordan, untuk menghindari pertumpahan darah.

Setelah mengadakan istikharah dan munajat kepada Allah, akhirnya Nabi Daud mengambil keputusan merebut kembali istana kerajaan Bani Isra'il dari tangan Absyalum.

Beliau berpesan kepada komandan pasukannya yang akan menyerang dan menyerbu istana, agar bertindak bijaksana dan sedapat mungkin menghindari pertumpahan darah dan pembunuhan yang tidak perlu, terutama Absyalum, puteranya, ia berpesan agar diselamatkan jiwanya dan ditangkap hidup-hidup.

Akan tetapi takdir telah menentukan lain daripada apa yang Nabi Daud inginkan bagi puteranya. Absyalum terbunuh karena melawan dan enggan menyerahkan diri setelah ia terkurung dan terkepung.

Dengan terbunuhnya Absyalum, Nabi Daud kembali menduduki tahta. Jerusalem kembali tenang dan tentram seperti sediakala.

Setelah menduduki tahta kerajaan Bani Isra'il selama empat puluh tahun, Nabi Daud wafat dalam usia yang sudah lanjut dan sebagai gantinya, Nabi Sulaiman dinobatkan  sebagai pewarisnya..

Kekuasaan Sulaiman Atas Jin dan Makhluk Lain

 

Setelah menjadikan Nabi Sulaiman seorang Raja yang berkuasa penuh atas kerajaan Bani Isra'il yang makin meluas dan melebar, Allah memberi anugerah kepada Nabi Sulaiman kemampuan menundukkan makhluk-makhluk lain, seperti Jin, angin dan burung-burung serta mengerti dan memahami bahasa binatang.

Di samping itu Allah memberinya pula suatu kurnia berupa mengalirnya cairan tembaga dari bawah tanah untuk dimanfaatkannya bagi pembangunan gedung-gedung, pembuatan piring-piring sebesar kolam air, periuk-periuk yang tetap berada diatas tungku yang deuaya dikerjakan oleh pasukan Jin-Nya.

Salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Sulaiman ialah kemampuan beliau mengerti bahasa binatang dan sebaliknya binatang dapat pula mengerti apa yang ia perintahkan dan ucapkan.
semut
Demikianlah maka tatkala Nabi Sulaiman berpergian dalam rombongan kafilah yang besar terdiri dari manusia, jin dan binatang-binatang lain, menuju ke sebuah tempat bernama Asgalan ia melalui sebuah lembah yang disebut lembah semut. Disitu ia mendengar seekor semut berkata kepada kawan-kawannya: "Hai semut-semut, masuklah kamu semuanya ke dalam sarangmu, agar supaya kamu selamat dan tidak menjadi binasa diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya tanpa ia sadari dan sengaja.

Nabi Sulaiman tersenyum tertawa mendengar suara semut yang ketakutan itu. Ia lalu memberitahu hal itu kepada para pengikutnya agar tidak menginjak semut. Dan beliau bersyukur kepada Allah atas kurnia-Nya yang menjadikan ia dapat mendengar serta menangkap maksud yang terkandung dalam suara semut itu. Ia merasa takjub bahwa binatang pun mengerti bahwa nabi-nabi Allah tidak akan mengganggu sesuatu makhluk dengan sengaja dan dalam keadaan sadar.

Sulaiman dan Ratu Balqis

 

Suatu ketika Nabi Sulaiman melakukan perjalanan ke Yeman. Setibanya di San'a - ibu kota Yeman ,ia memanggil burung hud-hud sejenis burung pelatuk untuk disuruh mencari sumber air di tempat yang kering tandus itu.

Ternyata bahawa burung hud-hud yang dipanggilnya itu tidak berada diantara kawasan burung yang selalu berada di tempat untuk melakukan tugas dan perintah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman marah dan mengancam akan menghukum burung Hud-hud yang tidak hadir tanpa alasan yang kuat.

Saat burung Hud-hud datang, berkata burung Hud-hud yang hinggap didepan Sulaiman sambil menundukkan kepala ketakutan:


 "Aku telah melakukan penerbangan pengintaian dan menemukan sesuatu yang sangat penting untuk diketahui oleh paduka Tuan. Aku telah menemukan sebuah kerajaan yang besar dan mewah di negeri Saba yang dikuasai dan diperintah oleh seorang ratu.
Aku melihat seorang ratu itu duduk di atas sebuah tahta yang megah bertaburkan permata yang berkilauan. Aku melihat ratu dan rakyatnya tidak mengenal Tuhan Pencipta alam semesta yang telah mengurniakan mereka kenikmatan dan kebahagian hidup. Mereka tidak menyembah dan sujud kepada-Nya, tetapi kepada matahari. Mereka bersujud kepadanya dikala terbit dan terbenam. Mereka telah disesatkan oleh syaitan dari jalan yang lurus dan benar."

Berkata Sulaiman kepada Hud-hud: "Baiklah, kali ini aku ampuni dosamu kerana berita yang engkau bawakan ini yang aku anggap penting untuk diperhatikan dan untuk mengesahkan kebenaran beritamu itu, bawalah suratku ini ke Saba dan lemparkanlah ke dalam istana ratu yang engkau maksudkan itu, kemudian kembalilah secepat-cepatnya, sambil kami menanti perkembangan selanjutnya bagaimana jawapan ratu Saba atas suratku ini."

Hud-hud terbang kembali menuju Saba dan setibanya di atas istana kerajaan Saba dilemparkanlah surat Nabi Sulaiman tepat di depan ratu Balqis yang sedang duduk dengan megah di atas tahtanya. Ia terkejut melihat sepucuk surat jatuh dari udara tepat di depan wajahnya. Ia lalu mengangkat kepalanya melihat ke atas, ingin mengetahui dari manakah surat itu datang dan siapakah yang secara kurang hormat melemparkannya tepat di depannya. Kemudian diambillah surat itu oleh ratu, dibuka dan baca isinya yang berbunyi:

"Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini adalah daripadaku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi daripadaku. Datanglah sekalian kepadaku berserah diri."

Setelah dibacanya berulang kali surat Nabi Sulaiman Ratu Balqis memanggil para pembesarnya dan para penasihat kerajaan berkumpul untuk memusyawarahkan tindakan apa yang harus diambil sehubungan dengan surat Nabi Sulaiman yang diterimanya itu.

Berkatalah para pembesar itu ketika diminta petimbangannya: "Wahai paduka tuan ratu, kami adalah putera-putera yang dibesarkan dan dididik untuk berperang dan bertempur dan bukan untuk menjadi ahli pemikir atau perancang yang patut memberi pertimbangan atau nasihat kepadamu. Kami menyerahkan kepadamu untuk mengambil keputusan yang akan membawa kebaikan bagi kerajaan dan kami akan tunduk dan melaksanakan segala perintah dan keputusanmu tanpa ragu. Kami tidak akan gentar menghadapi segala ancaman dari mana pun datangnya demi menjaga keselamatanmu dan keselamatan kerajaanmu."

Ratu Balqis menjawab: "Aku memperoleh kesan dari uraianmu bahwa kamu mengutamakan cara kekerasan dan kalau perlu kamu tidak akan gentar masuk medan perang melawan musuh yang akan menyerbu. Aku sangat berterima kasih atas kesetiaanmu kepada kerajaan dan kesediaanmu menyabung nyawa untuk menjaga keselamatanku dan keselamatan kerajaanku. Akan tetapi aku tidak sependirian dengan kamu sekalian.

Menurut pertimbanganku, lebih bijaksana bila kami menempuh jalan damai dan menghindari cara kekerasan dan peperangan. Sebab bila kami menentang secara kekerasan dan sampai terjadi perang dan musuh kami berhasil menyerbu masuk kota-kota kami, maka niscaya akan berakibat kerusakan dan kehancuran yang sangat menyedihkan.

sulaiman dan ratu bilqis

Mereka akan menghancur binasakan segala bangunan, memperhambakan rakyat dan merampas segala harta milik dan peninggalan nenek moyang kami. Hal yang demikian itu adalah merupakan akibat yang wajar dari tiap peperangan yang dialami oleh sejarah manusia dari masa ke semasa.

Maka menghadapi surat Sulaiman yang mengandung ancaman itu, aku akan coba melunakkan hatinya dengan mengirimkan sebuah hadiah kerajaan yang akan terdiri dari barang-barang yang berharga dan bermutu tinggi yang dapat mempesonakan hatinya dan menyilaukan matanya dan aku akan melihat bagaimana ia memberi tanggapan dan reaksi terhadap hadiahku itu dan bagaimana ia menerima utusanku di istananya.

Selagi Ratu Balgis siap-siap mengatur hadiah kerajaan yang akan dikirim kepada Sulaiman dan memilih orang-orang yang akan menjadi utusan kerajaan membawa hadiah, tibalah hinggap di depan Nabi Sulaiman burung pengintai Hud-hud memberitakan kepadanya rancangan Balqis untuk mengirim utusan membawa hadiah baginya sebagai jawaban atas surat beliau kepadanya.

Setelah mendengar berita yang dibawa oleh Hud-hud itu, Nabi Sulaiman mengatur rencana penerimaan utusan Ratu Balqis dan memerintahkan kepada pasukan Jinnya agar menyediakan dan membangunkan sebuah bangunan yang megah yang tiada taranya ya akan menyilaukan mata perutusan Balqis bila mereka tiba.

Tatkala perutusan Ratu Balqis datang, diterimalah mereka dengan ramah tamah oleh Sulaiman dan setelah mendengar uraian mereka tentang maksud dan tujuan kedatangan mereka dengan hadiah kerajaan yang dibawanya, berkatalah Nabi Sulaiman:

"Kembalilah kamu dengan hadiah-hadiah ini kepada ratumu. Katakanlah kepadanya bahawa Allah telah memberiku rezeki dan kekayaan yang melimpah ruah dan mengurniaiku dengan kurnia dan nikmat yang tidak diberikannya kepada seseorang drp makhluk-Nya. Di samping itu aku telah diutuskan sebagai nabi dan rasul-Nya dan dianugerahi kerajaan yang luas yang kekuasaanku tidak sahaja berlaku atas manusia tetapi mencakup juga jenis makhluk Jin dan binatang-binatang. Maka bagaimana aku akan dapat dibujuk dengan harta benda dan hadiah serupa ini?

 Aku tidak dapat dilalaikan dari kewajiban dakwah kenabianku oleh harta benda dan emas walaupun sepenuh bumi ini. Kamu telah disilaukan oleh benda dan kemegahan duniawi, sehingga kamu memandang besar hadiah yang kamu bawakan ini dan mengira bahawa akan tersilaulah mata kami dengan hadiah Ratumu.

Pulanglah kamu kembali dan sampaikanlah kepadanya bahawa kami akan mengirimkan bala tentera yang sangat kuat yang tidak akan terkalahkan ke negeri Saba dan akan mengeluarkan ratumu dan pengikut-pengikutnya dari negerinya sebagai- orang-orang yang hina-dina yang kehilangan kerajaan dan kebesarannya, jika ia tidak segera memenuhi tuntutanku dan datang berserah diri kepadaku."

Perutusan Balqis kembali melaporkan kepada Ratunya apa yang mereka alami dan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Sulaiman.

Balqis berfikir, jalan yang terbaik untuk menyelamatkan diri dan kerajaannya ialah menyerah saja kepada tuntutan Sulaiman dan datang menghadap dia di istananya.

Nabi Sulaiman berhasrat akan menunjukkan kepada Ratu Balqis bahawa ia memiliki kekuasaan ghaib di samping kekuasaan lahirnya dan bahwa apa yang dia telah ancamkan melalui rombongan perutusan bukanlah ancaman yang kosong. Maka bertanyalah beliau kepada pasukan Jinnya, siapakah diantara mereka yang sanggup mendatangkan tahta Ratu Balqis sebelum orangnya datang berserah diri.

Berkata Ifrit, seorang Jin yang tercerdik: "Aku sanggup membawa tahta itu dari istana Ratu Balqis sebelum engkau sempat berdiri dari tempat dudukimu. Aku adalah pesuruhmu yang kuat dan dapat dipercayai.”

Seorang lain yang mempunyai ilmu dan hikmah nyeletuk berkata: "Aku akan membawa tahta itu ke sini sebelum engkau sempat memejamkan matamu."

Ketika Nabi Sulaiman melihat tahta Balqis sudah berada didepannya, berkatalah ia: "Ini adalah salah satu kurnia Tuhan kepadaku untuk mencoba apakah aku bersyukur atas kurnia-Nya itu atau mengingkari-Nya, kerana barang siapa bersyukur maka itu adalah semata-mata untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa mengingkari nikmat dan kurnia Allah, ia akan rugi di dunia dan di akhirat dan sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia."

Menyonsong kedatangan Ratu Balqis, Nabi Sulaiman memerintahkan orang-orangnya agar mengubah sedikit bentuk dan warna tahta Ratu itu yang sudah berada di depannya kemudian setelah Ratu itu tiba berserta pengiring-pengiringnya, bertanyalah Nabi Sulaiman seraya menundingkan kepada tahtanya:

 "Serupa inikah tahtamu?"

Balqis menjawab: "Seakan-akan ini adalah tahtaku sendiri," seraya bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana mungkin bahawa tahtanya berada di sini padahal ia yakin bahawa tahta itu berada di istana tatkala ia bertolak meninggalkan Saba.

Selagi Balgis berada dalam keadaan kacau fikiran, keheranan melihat tahta kerajaannya sudah berpindah ke istana Sulaiman, ia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang sengaja dibangun untuk penerimaannya.

Lantai dan dinding-dindingnya terbuat dari kaca putih. Balqis segera menyingkapkan pakaiannya ke atas betisnya ketika berada dalam ruangan itu, mengira bahawa ia berada di atas sebuah kolam air yang dapat membasahi tubuh dan pakaiannya.

Berkata Nabi Sulaiman kepadanya: "Engkau tidak usah menyingkap pakaianmu. Engkau tidak berada di atas kolam air. Apa yang engkau lihat itu adalah kaca-kaca putih yang menjadi lantai dan dinding ruangan ini."

"Oh,Tuhanku," Balqis berkata menyadari kelemahan dirinya terhadap kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang dipertunjukkan oleh Nabi Sulaiman, "aku telah lama tersesat berpaling daripada-Mu, melalaikan nikmat dan kurnia-Mu, merugikan dan menzalimi diriku sendiri sehingga terjatuh dari cahaya dan rahmat-Mu. Ampunilah aku. Aku berserah diri kepada Sulaiman Nabi-Mu dengan ikhlas dan keyakinan penuh. Kasihanilah diriku wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang."

Demikianlah kisah Nabi Sulaiman dan Balqis Ratu Saba. Dan menurut sementara ahli tafsir dan ahli sejarah nabi-nabi, bahawa Nabi Sulaiman pada akhirnya kahwin dengan Balqis dan dari perkahwinannya itu lahirlah seorang putera.

Wafatnya Nabi Sulaiman

Al-Quran mengisahkan bahawa tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kematian Sulaiman kecuali anai-anai yang memakan tongkatnya yang ia sandar kepadanya ketika Tuhan mengambil rohnya. Para Jin yang sedang mengerjakan bangunan atas perintahnya tidak mengetahui bahawa Nabi Sulaiman telah mati kecuali setelah mereka melihat Nabi Sulaiman tersungkur jatuh di atas lantai, akibat jatuhnya tongkat sandarannya yang dimakan oleh anai-anai. Sekiranya para Jin sudah mengetahui sebelumnya, pasti mereka tidak akan tetap meneruskan pekerjaan yang mereka anggap sebagai siksaan yang menghinakan.

Kisah Nabi Sulaiman dapat dibaca di dalam Al-Quran, surah An-Naml ayat 15 sehingga ayat 44.

Semoga Bermanfaat..

Sedulur Papat Limo Pancer

Sedulur Papat Limo Pancer - Dalam kehidupan yang sedang kita jalani ini, sering kita mendengar orang khususnya orang tua yang mengatakan dalam bahasa Jawa tentang 'sedulur papat limo pancer', 'sedulur sing cedhak tanpo senggolan lan adoh tanpo langenan', 'kakang kawah adi ari-ari' dan istilah lainnya yang belum kita mengerti dan belum kita pahami.


Sedulur Papat Limo Pancer

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin modern, pergaulan yang semakin bebas dan perkembangan informasi yang semakin terbuka membuat kita khususnya generasi muda lebih menyukai budaya asing daripada budaya nenek moyang sendiri. Maka dengan tujuan memelihara budaya (nguri-uri) dan mengkaji budaya agar tetap lestari sehingga kita sebagai bangsa Indonesia tidak kehilangan jati diri, penulis mencoba menguraikan istilah "Sedulur Papat Limo Pancer" ini.

Pengertian Sedulur Papat Limo Pancer

Istilah ‘sedulur papat limo pancer' artinya saudara empat lima pusat yaitu marmati (samar mati), kawah (air ketuban), getih (darah), ari-ari dan dihubungkan melalui tali pusat berporos pada manusia (jabang bayi).

Istilah 'sedulur sing cedhak tanpo senggolan lan adoh tanpo langenan' adalah saudara kita yang dekat tanpa bersentuhan dan jauh sekali. Jika kita menganggap dan mempedulikannya maka saudara kita sangat dekat tanpa harus bersentuhan dan sebaliknya jika kita mengabaikannya maka saudara kita akan menjauh jauh sekali.

Istilah 'kakang kawah adi ari-ari' adalah kakak ‘kawah’ dan adik ari-ari yang merupakan komponen dari keempat saudara.

Ketiga istilah tersebut mengarah kepada satu hal yang sama yaitu saudara empat dan kelima pusat atau Sedulur Papat Limo Pancer.

Berikut ini adalah penjelasannya.

Kita kembali saat kita berada di dalam kandungan ibu, dan semua manusia pernah berada di dalam kandungan ibunya tidak memandang suku,bangsa dan agamanya. Karena sudah menjadi kodrat manusia, hanya Nabi Adam dan Hawa, manusia pertama, yang langsung diciptakan oleh Tuhan.

Saat di dalam kandungan, janin berada dalam satu kesatuan dengan ibu terhubung lewat tali pusar, sehingga apa yang dirasakan oleh ibu dirasakan pula oleh sang anak demikian sebaliknya sehingga muncul istilah ‘ngidam’ yang menunjukkan sang janin sudah memiliki keinginan. Dan keinginan bayi terpancar menjadi keinginan ibu atau bapaknya.

Kata orang tua, jika keinginan bayi tersebut tidak dipenuhi, nanti setelah bayi keluar dan tumbuh besar, bayi tersebut suka ‘ngiler’.

Terus apa dan siapa yang disebut ‘sedulur papat limo pancer’ atau saudara empat lima pusat itu?

Menurut Kitab Kidungan Purwajati karangan Sunan Bonang,  ‘sedulur papat limo pancer’ itu dijelaskan dalam bentuk lagu atau tembang Dhandanggula seperti berikut ini :

Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira

Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami
Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari

ingkang Memayungi laku kuwasanireki Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi
Ngrerewangi ulah kang kuwasa

Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami

Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun
papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang

Dalam  tembang di atas disebutkan bahwa  ”Sedulur Papat” itu adalah Marmati, Kawah, Ari-Ari dan Getih yang terhubung melalui tali Pusat (Puser), dan yang menjadi pancer atau pusatnya adalah bayi.

Penjelasannya seperti ini.

Marmati iku artinya  Samar Mati atau takut mati karena ketika ibu kita hamil, setiap hari berfikir dan merasa khawatir akan kematian bayinya. Dan perasaan takut mati (marmati) ada lebih dulu sebelum pecahnya ketuban, bayi dan ari-ari sehingga marmati disebut sebagai saudara tua.

Berikutnya adalah pecahnya ketuban atau kawah yang keluar lebih dulu sebelum bayi keluar sehingga kawah disebut sebagai saudara tua (kakang).

Kemudian disusul lahirnya bayi, setelah itu disusul keluarnya ari-ari sehingga ari-ari dianggap sebagai saudara muda dan disebut adi.

Dan keluarnya darah pada saat akhir proses melahirkan, disusul lepasnya tali pusar atau tali plasenta, biasanya  lepasnya tali pusar saat bayi berumur tujuh hari.

Karena sebelumnya semua unsur diatas itu menyatu dan jadi satu kesatuan dengan janin atau bayi maka disebut “SEDULUR PAPAT LIMA PANCER” .

Begitulah penjelasan secara fisik tentang ‘sedulur papat lima pancer’, marmati, kawah, ari-ari, darah dan tali pusat adalah kelngkapan seorang bayi. Jika salah satu saja tidak ada atau hilang maka sang bayi tidak akan dilahirkan dengan selamat atau mengalami cacat.

Pada saat di dalam kandungan, mereka (kawah, ari-ari, darah dan puser) bersama raga ada di dalam satu kesatuan diri yaitu janin.

Ketika janin keluar, secara fisik mereka berpisah dengan janin yang tumbuh berkembang menjadi manusia. Air kawah lenyap, ari-ari ditanam di dalam tanah, darah menguap dan puser terlepas. Namun secara non fisik (gaib) mereka tetap bersama.

Terus kemana mereka pergi?

Hawa Nafsu

Secara fisik keempat komponen tadi kembali ke dalam pelukan ibu pertiwi atau bumi atau tanah sedangkan secara gaib mereka berubah menjadi hawa nafsu di dalam diri manusia.

Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang. Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut. Dapat berupa hawa nafsu untuk pengetahuan, kekuasaan, dan lainnya; namun pada umumnya dihubungkan dengan hawa nafsu seksual. (Wikipedia)

Namun pengertian ini kemudian berkembang lagi dengan adanya pengaruh agama islam. Oleh Kanjeng Sunan Kalijaga kemudian ditambahkan pengertian baru yang bernafaskan Islam. Yaitu empat saudara itu adalah empat jenis nafsu manusia sedangkan yang kelima pancer adalah hati nurani atau 'alam rahsa / sirr'. Unsur empat nafsu adalah nafsu aluamah, sufiyah, amarah dan muthmainah.

Nafsu aluamah berkaitan dengan insting dasar manusia, yaitu keinginan untuk makan, minum, berpakaian, bersenggama, dll. Dikatakan bahwa nafsu aluamah ini terjadi karena pengaruh unsur tanah yang menjadi unsur pembentuk jasad manusia. Nafsu Aluamah ini mempunyai pintu di mulutdan tempatnya di perut.

Nafsu sufiyah berkaitan dengan keinginan duniawi untuk dipuji, untuk kaya, mendapat derajad dan pangkat, loba, tamak dll. Nafsu ini berpadanan dengan sifat air yang menjadi unsur pembentuk jasad.  Nafsu Sufiyah ini mempunyai pintu di mata dan tempatnya di sumsum.

Nafsu amarah berkaitan dengan keinginan untuk mempertahankan harga diri, rasa marah, emosi dll. Dikatakan nafsu ini mendapat pengaruh dari sifat panas / api yang menjadi pembentuk jasad mansia. Nafsu Amarah ini mempunyai pintu di telinga dan tempatnya di darah.

Nafsu muthmainah adalah nafsu yang mengajak kearah kebaikan. Dikatakan bahwa nafsu ini mendapat pengaruh sifat air yang juga menjadi pembentuk jasad manusia. Nafsu ini berpadanan dengan sifat udara yang menjadi unsur pembentuk jasad. Pintunya di hidung tempatnya di paru-paru.

Apakah kita bisa hidup tanpa Hawa Nafsu?

Tidak bisa. Tanpa hawa nafsu kita tak ubahnya seperti sebatang pohon yang diam membisu atau seperti sebongkah batu, tanpa gerak, tanpa emosi dan tanpa perubahan.

Dengan hawa nafsu manusia memiliki hasrat, keinginan dan ambisi untuk merubah dan memperbaiki kehidupannya.

Inilah yang membedakan manusia dengan Malaikat dan Setan. Jika Malaikat hanya melakukan kebaikan saja dan Setan hanya melakukan kejahatan atau perbuatan buruk saja maka manusia bisa menjadi salah satu darinya. Terkadang kita berbuat baik seperti Malaikat dan bisa menjadi jahat seperti Setan.

Jika kita menganggap hawa nafsu sebagai teman kita sendiri atau saudara kita sendiri bukannya lawan yang harus kita musuhi maka kita bisa mengenalnya lalu menuntun dan mengendalikannya menjadi hawa nafsu mutmainah.

Jika kita menganggapnya sebagai musuh maka setiap detik, setiap saat kita harus bersiap menghadapinya dan memeranginya sampai salah satu yang menang.

Karena hawa nafsu berada dalam diri kita, maka sebaiknya kita mengenalinya dengan baik sehingga kita dapat menuntunnya dan mengatasinya.

Mengapa Sedulur Papat Lima Pancer Harus Diperingati

Bagi orang Jawa semua 'sedulur' tadi harus diruwat, dipuasai, dirawat dan dihormati dengan cara diselamati dengan 'bancaan' atau tumpengan terutama pada hari kelahiran kita.

Hal ini bertujuan untuk memperingati hari kelahiran kita sebagai manusia, untuk mengingat kembali perjuangan ibu melahirkan kita dan mengingat bahwa kita lahir tidak sendiri melainkan bersama saudara-saudara kita.

Dengan mengingat semua itu akan  membawa kita pada kesadaran diri bahwa kita dilahirkan dari seorang ibu, dan kita lahir tidak membawa apa-apa selain saudara-saudara kita. Jadi mengapa kita menjadi takabur dan sombong setelah memiliki harta, tahta dan wanita?

Kesimpulan

Pengertian “Sedulur Papat Lima Pancer” sama dengan pengertian Manusia dan Hawa Nafsunya. Mari kita mengenali hawa nafsu, menuntun, mengendalikan dan membawanya ke jalan yang benar, jamgan sebaliknya, manusia yang dituntun dan dikuasai hawa nafsunya.

Artikel Lainnya :


Manusia dan Mahluk Gaib

 Manusia dan Mahluk Gaib

Seorang manusia mampu mendatangkan uang dan benda-benda lain dengan bantuan mahluk gaib seperti yang dilakukan oleh Taat Pribadi yang diyakini oleh pengikutnya, menunjukkan bahwa manusia dan jin atau mahluk gaib bisa menjalin hubungan lalu melakukan kerjasama layaknya kerjasama dengan manusia.

Seperti dalam kisah Aladin dan lampu wasiat, sang Jin akan menyediakan segala keperluan Aladin ketika Aladin memanggilnya dan menyuruhnya melaksanakan perintah dan permintaannya.

Aladin dan Jin
Aladin dan Jin Kartubi
Jin Kartubi merasa berhutang budi karena Aladin telah membebaskannya dari penjara gaib sehingga  ia mengabdikan dirinya kepada Aladin. Tapi jika tidak maka sang Jin akan berkata “wani piro?” seperti kita saksikan pada salah satu tayangan iklan Djarum 76.

Manusia,  Jin atau mahluk gaib adalah mahluk ciptaan Tuhan juga. Hubungan dengan mahluk gaib tak ubahnya seperti hubungan antara sesama mahluk, bisa bersifat ‘simbiosis mutualisme’ atau ‘simbiosis gak bermutu’.  Bedanya, Jin tidak terikat dengan hokum yang berlaku di alam manusia sehingga ketika mahluk gaib melakukan pelanggaran, ia tidak bisa dituntut secara hokum.

Saat diminta untuk mendtangkan uang oleh salah seorang Polisi yang menangkapnya, Taat Pribadi berkata “sekarang saya tidak bisa Pak, karena Jin Ifrit yang membantu saya terkena gas air mata.

Ada dua kemungkinan dari jawaban tersebut, pertama : Taat pribadi memang melakukan praktek penipuan, terbukti dia tidak bisa menggandakan uang di hadapan polisi. Kedua : Jin yang membantunya memang sudah dilumpuhkan terlebih dahulu oleh polisi, tidak disangkal lagi jika pihak kepolisian juga memiliki seorang atau lebih penasehat spiritual untuk menghadapi kekuatan gaib pelaku kejahatan.

Anda masih bingung?

Mari kita perhatikan uraian dibawah ini, yang mungkin akan memberikan sedikit gambaran kepada kita bahwa manusia dan mahluk Tuhan lainnya bisa menjalin hubungan termasuk dengan mahluk gaib.

Baca Juga : Uang, Uang Gaib dan Praktek Penggandaan Uang

Manusia, Kelebihan dan Kekurangan

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Fitrahnya, manusia diciptakan sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi baik pemimpin bagi dirinya sendiri, rumah tangga dan lingkungannya.

Sedangkan kekurangan yang menjadi kesempurnaan seorang manusia adalah manusia memiliki hawa nafsu. Jika manusia dapat mengendalikan hawa nafsu-nya dan menuntunnya ke jalan Tuhan maka ia akan menjadi manusia utama namun jika manusia yang dikendalikan atau diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri maka ia akan menjadi mahluk yang serendah-rendahnya.

Manusia bisa menjadi mahluk paling mulia namun sebaliknya manusia juga bisa menjadi mahluk paling hina, paling rendah, paling jahat dan predikat jelek lainnya.

Pernah kita mendengar apa yang dilakukan oleh manusia, seorang ayah yang tega menggauli anak kandungnya sendiri, seorang anak menggauli ibu kandungnya sendiri, seorang ayah membunuh anak kandungnya sendiri dan seorang ibu me-mutilasi anak kandungnya sendiri. 

Alangkah rendahnya perbuatan itu, bahkan hewan pun tidak dapat melakukannya.

Mahluk Gaib, Kelebihan dan kekurangannya

Mahluk Gaib adalah mahluk yang tidak terlihat, mahluk yang tidak memiliki badan jasmani seperti jin, peri, arwah-arwah dan lain-lain. Disebut ‘Mahluk’ karena mereka adalah ciptaan Tuhan, sama seperti manusia, yang membedakan adalah mereka tidak memiliki badan fisik atau jasmani sehingga mereka menjadi gaib atau tidak terlihat oleh pandangan manusia.

Mahluk Gaib juga memiliki hawa nafsu, perasaan dan keinginan.  Mereka tinggal di dunia ini bersama-sama manusia, bersebelahan namun mereka tak terlihat. Orang-orang di Kalimantan menyebutnya ‘alam sebelah’.

Kelebihan Mahluk Gaib

  • Mahluk gaib bisa melihat manusia sementara manusia tidak bisa melihatnya kecuali orang-orang yang diberi kemampuan khusus.
  • Mahluk Gaib bisa berubah wujud atau membuat wujud seperti manusia.
  • Mahluk Gaib bisa menciptakan, mendatangkan benda atau materi secara gaib.

Kekurangan Mahluk Gaib

Mahluk Gaib terutama arwah-arwah penasaran, merindukan memiliki badan jasmani sehingga dapat mengecap rasa seperti saat mereka hidup di dunia. Mereka hanya menyerap sari-sari makanan tanpa dapat merasakan dengan lidah dan indera perasa nya.

Sehingga sering kita dengar fenomena kesurupan dalam kehidupan kita,  karena mahluk gaib tersebut ingin menggunakan badan jasmani manusia untuk keperluannya.

Hubungan Manusia dan Mahluk Gaib

Manusia dan Mahluk Gaib memiliki hubungan yang erat mengingat manusia juga memiliki sisi kegaiban dalam dirinya.

Bagi manusia yang memiliki mata batin atau mata ketiga, mereka bisa melihat, merasakan dan berkomunikasi lalu menjalin hubungan dengan mahluk gaib. Sementara manusia biasa, hanya bisa berhubungan dengan mahluk gaib melalui mimpi.

Jenis-jenis hubungan manusia dan mahluk gaib adalah sebagai berikut.

Pemujaan

Manusia memuja mahluk-mahluk gaib yang memiliki kesaktian dan kemampuan membantu manusia dengan cara memberi sesaji dan lain-lain dengan harapan mahluk gaib tersebut mau membantu keperluannya.

Dalam hal ini, mahluk Gaib mempunyai kedudukan lebih tinggi dari manusia.

Persahabatan

Manusia dan Mahluk Gaib mempunyai kemampuan dan kedudukan yang sama. Mereka menjalin hubungan atas dasar suka sama suka, saling menghormati dan menghargai.

Persekutuan

Manusia dan Mahluk gaib bersekutu.

Manusia dan mahluk gaib menjadi sekutu dalam suatu kepentingan, manusia memerlukan mahluk gaib untuk membantu keperluan hidupnya seperti harta kekayaan, kesaktian  dan lain-lain, sebagai imbalannya manusia menyerahkan tumbal berupa jiwa, baik jiwanya sendiri maupun jiwa keluarganya atau teman dan kerabatnya.

Persekutuan kedua, Mahluk Gaib membutuhkan badan jasmani manusia untuk keperluan pribadinya, seperti menyampaikan pesan kepada sanak keluarganya, menggunakan tubuh  manusia untuk melakukan amal ibadah dengan membantu menyembuhkan orang sakit, terkena guna-guna dan lain sebagainya. Sebagai imbalannya mahluk gaib tersebut membantu manusia yang badan jasmaninya digunakan. Disebut ‘Perewangan’.

Manusia dan Mahluk Gaib Saling Memanfaatkan

Manusia dan mahluk gaib yang menjalin hubungan pada umumnya disertai pamrih dan kepentingannya masing-masing. Dalam hal ini yang berlaku adalah hukum rimba, siapa yang kuat akan memanfaatkan yang lemah.

Besar kecilnya, kuat lemahnya mahluk tergantung tingkat keimanannya kepada Allah sang Maha Gaib dan Maha Kuat . Sumber dari segala sumber kekuatan di alam semesta.

Peringatan

Hubungan manusia dan mahluk gaib apapun bentuknya memiliki dua sisi yang berlawanan, sisi mana yang lebih kuat akan menggelincirkan manusia ke dalam dosa besar yaitu ‘Menyekutukan Tuhan’.

Kesimpulan

Karena manusia dan mahluk gaib adalah sama-sama mahluk ciptaan Tuhan, maka mari kita ciptakan hubungan yang harmonis, saling menghargai, saling menghormati dan saling membantu dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Hanya kepada Allah tempat kita meminta.

Wasalam.

Banjir Bandang dan Kisah Nabi Nuh

Berita banjir bandang di Garut masih lekat dalam ingatan kita. Banjir yang memporak porandakan tujuh kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (20/09/2016) lalu. Berdasarkan data terbaru di lapangan disebutkan, bencana banjir badang terbesar dan terparah ini menelan 26 korban jiwa, 23 hilang, serta mengungsikan  ratusan orang ke beberapa titik posko yang tersebar.

banjir bandang
Banjir Bandang

Banyak spekulasi muncul terkait bencana paling besar di kota yang berjuluk Swiss Van Java ini. Rusaknya ekosistem alam di daerah hulu sungai Cimanuk dinilai menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir bandang yang merusak sekitar 594 bangunan terdiri dari sekolah, asrama TNI, rumah sakit, pemukiman, PDAM dan  menghanyutkan 57 bangunan lainnya.

Sebelumnya, musibah yang sama menimpa warga Situbondo, Jawa Timur. Ratusan rumah warga di tiga desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (31/1/2016) dini hari, diterjang banjir bandang. Sungai Silowogo tidak mampu menampung air hujan yang turun cukup deras.

Pada Bulan Juni 2016, musibah banjir dengan arus begitu dahsyat kembali terjadi di Indonesia. Kali ini musibah Banjir Purworejo yang disertai longsor terjadi. Banjir Purworejo yang disertai longsor terjadi pada Sabtu, 18 Juni 2016. Dalam musibah tersebut sebanyak 46 warga dinyatakan meninggal dunia.

Selain menewaskan warga, bencana banjir Purworejo juga membuat rumah warga rusak dan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan musibah tersebut telah mengakibatkan 35 orang tewas, 25 korban hilang dan 14 korban mengalami luka.

Meskipun di wilayah tersebut sudah ada ada tanda peringatan bahaya perihal potensi bencana namun bencana ini tetap terjadi.

Longsor akibat hujan yang menerpa wilayah selatan Jateng sejak Sabtu (18/6/2016). Longsor juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara dan Kebumen.

Penyebab Bencana

Tahun 2016 belum berakhir, namun lebih dari seribu bencana alam telah terjadi sepanjang tahun ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Agustus 2016, lebih dari 60 persen bencana alam terjadi di Pulau Jawa. Hal tersebut memperlihatkan bahwa bencana alam sangat rentan muncul di Pulau Jawa.

BNPB mencatat, kejadian bencana alam terbanyak adalah di Jawa Tengah (334 kejadian). Lebih dari setengah kejadian bencana alam di daerah tersebut adalah banjir dan tanah longsor. Ibukota Jakarta juga termasuk dalam kategori rentan bencana alam. Dari 100 kejadian bencana alam, lebih dari 90 persen adalah banjir.

Secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik. Keadaan tersebut berpotensi menyebabkan bencana alam di Indonesia.

Penyebab Banjir di Purworejo

Rektor UGM, Dwikorita Karnawati menjelaskan, selain curah hujan yang tinggi, kondisi tanah di wilayah tersebut juga masuk dalam zona kuning atau merah (bahaya longsor). Ia menjelaskan, di bagian zona yang longsor tersebut terusun lereng yang rapuh dan curam. Tanah di lereng berbukitan tersebut, kata dia, tersusun atas timbunan tanah gembur yang menumpang di atas batuan keras atau yang disebut tanah aluvial.

"Karena tanahnya gembur, mudah bergerak. Batuan keras menjadi bidang gelincir. Jika hujan makin deras, air banyak masuk, tertahan, meluncur mendorong masa tanah yang dikenal dengan gerakan tanah atau longsoran," ujarnya.

Penyebab Banjir di Situbondo dan Garut

Penyebab banjir di kedua daerah ini adalah rusaknya ekosistem akibat adanya pembalakan liar. Pohon-pohon di hutan lindung yang menjadi resapan air dirusak, ditebang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk keperluan pribadi dan kelompoknya.

Namun menurut salah satu sumber berita, ada faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya musibah ini yaitu perilaku penghuninya. Ternyata kampung yang terkena musibah itu adalah tempat yang marak dengan perzinahan bahkan di kampung itu menjadi tempat yang aman bagi anak-anak muda untuk berzina.

Disini, di sungai Cimanuk ini, sudah banyak bayi tak berdosa hasil perzinahan dibuang, proses aborsi dibantu oleh bidan kampung yang tidak bertanggung jawab. Dan disini, kami kekurangan ustad atau ulama yang memberi nasehat sehingga kebanyakan orang di kampung ini jauh dari Allah. Hal ini membuat mereka tidak merasa takut berbuat maksiat.” Ujar seorang kakek yang menjadi narasumber.

Apakah Ini Murka Tuhan?

Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an, "... Allah mengatur urusan (makhluk-Nya)." (ar-Ra'd: 2).

Dalam ayat lain dikatakan, " dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)...." (al-An'aam: 59).

Dialah Allah Yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa, bagaimana mereka berawal dan berakhir.

Dia pulalah yang menentukan setiap gerakan bintang-bintang di jagat raya, kondisi setiap yang hidup di bumi, cara hidup seseorang, apa yang akan dikatakannya, apa yang akan dihadapinya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an, "Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (al-Qamar: 49).

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (al-Hadiid: 22)

Melihat kenyataan dibalik musibah banjir di Garut ini dan agar musibah seperti ini tidak terulang lagi serta kita bisa mengambil hikmah atasnya maka mari mengingat kembali kisah Nabi Nuh dan kaumnya.

Nabi Nuh dan Kaumnya

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al Ankabut: 14)

Sebagaimana Banjir Nuh itu juga dikisahkan dalam hampir seluruh kebudayaan manusia, banjir Nuh adalah salah satu dari sekian banyak contoh kisah-kisah yang paling banyak diuraikan dalam al-Qur'an.

Keengganan umat Nabi Nuh terhadap nasehat dan peringatan dari Nabi Nuh, bagaimana reaksi mereka terhadap risalah Nabi Nuh, serta bagaimana peristiwa banjir selengkapnya terjadi, semuanya diceritakan dengan sangat detail dalam banyak ayat al-Qur'an.

Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah meninggalkan ayat-ayat Allah dan menyekutukanNya, dan menegaskan kepada mereka untuk hanya menyembah Allah saja dan berhenti dari sikap pembangkangan mereka. Meskipun Nabi Nuh telah menasehati umatnya berkali-kali untuk mentaati perintah Allah serta mengingatkan akan murka Allah, mereka masih saja menolak dan terus menyekutukan Allah.

Tentang bagaimana kejadian itu berkembang, dilukiskan dengan jelas dalam ayat-ayat berikut:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?".

Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu , yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu . Dan kalau Allah menghendaki , tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila , maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu.”

Nuh berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku" .(Al-Mukminun : 23-26)

Sebagaimana dikemukakan dalam ayat-ayat tersebut, pemuka masyarakat di sekitar Nabi Nuh berusaha menuduh bahwa Nabi Nuh telah berusaha untuk munjukkan superioritasnya atas masyarakat lingkungannya, mencari keuntungan pribadi seperti status sosial, kepemimpinan dan kekayaan.

Karena itulah, Allah menyampaikan pada Rasulullah Nuh bahwa mereka yang menolak kebenaran dan melakukan kesalahan akan dihukum dengan detenggelamkan, dan mereka yang beriman akan diselamatkan.
Maka, pada saat hukuman datang, air dan aliran yang sangat deras muncul dan menyembur dari dalam tanah, yang dibarengi dengan hujan yang sangat lebat, telah menyebabkan banjir yang dahsyat. Allah
memerintahkan kepada Nuh untuk "menaikkan ke atas berahu pasangan-pasangan dari setiap species, jantan dan betina, serta keluarganya".

Seluruh manusia di daratan tersebut ditenggelamkan ke dalam air, termasuk anak laki-laki Nabi Nuh yang semula berpikir bahwa dia bisa selamat dengan mengungsi ke sebuah gunung yang dekat.
Semuanya tenggelam kecuali yang dimuat di dalam perahu bersama Nabi Nuh. Ketika air surut di akhir banjir tersebut, dan "kejadian telah berakhir", perahu terdampar di Judi, yaitu sebuah tempat yang tinggi, sebagaimana yang diinformasikan oleh Qur'an kepada kita.

Nampaknya bahwa banjir Nuh, salah satu dari tragedi yang paling besar dan destruktif sepanjang sejarah itu, telah diriwayatkan oleh banyak Nabi yang diutus ke berbagai peradaban bangsa-bangsa dengan tujuan untuk memberikan sebuah contoh atau I'tibar. Dengan demikian bisalah dipahami dengan mudah bahwa berita tentang banjir Nuh itu tersebar dalam berbagai budaya di dunia.

Kesimpulan

Ayat-ayat Allah itu ada dua macam. Pertama, ayat-ayat berupa Kitab Suci (qauliyah). Kedua, ayat-ayat berupa alam semesta sebagai ciptaan Allah (kauniyah).

Menurut filsuf Muslim, Ibn Rusyd, alam semesta justru merupakan ayat-ayat Allah yang pertama. Dikatakan demikian, karena sebelum Allah SWT menurunkan Kitab Taurat, Injil, dan Alquran, Allah telah menciptakan alam jagat raya ini.

Karena alam adalah ayat, maka sebagaimana sepotong firman adalah ayat, maka sejengkal alam juga ayat.
Sebagai ayat, alam ini selalu bergerak memenuhi tujuan penciptaan. Karena itu, penelitian terhadap alam diduga kuat dapat mengantar manusia menemukan dan meyakini wujud Allah dan kuasa-Nya. Sebagai ayat, alam ini juga mengandung hukum-hukum Allah yang dalam terminologi Alquran dinamakan takdir dan sunatullah.

Mari kita mengambil hikmah atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita, merubah tingkah laku kita, perbuatan kita dan perlakuan kita terhadap alam sehingga bencana seperti ini tidak terulang lagi.

Wasalam.

Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW : Teladan Yang Utama

Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW : Teladan Yang Utama - Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang menjadi Rasul terakhir. Nabi yang menjadi teladan utama dan contoh bagi umatnya, Nabi yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Kisah hidupnya menjadi teladan dan kajian yang utama bagi umatnya terutama bagi kita yang masih mencari kebenaran hidup.
Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW : Teladan Yang Utama

SEJAK manusia berada di permukaan bumi ini, hasratnya ingin mengetahui segala hukum dan kodrat alam yang terdapat di sekitarnya, besar sekali. Makin dalam ia meneliti, makin tampak kepadanya kebesaran alam itu, melebihi yang semula. Kelemahan dirinya makin tampak pula dan keangkuhannyapun makin berkurang.

Demikianlah, Nabi yang membawa Islam itupun sama pula dengan alam itu. Sejak bumi ini menerima cahaya Nabi, para ulama berusaha mencari segi-segi kemanusiaan yang besar daripadanya, mencari nilai-nilai Asma Allah dalam pemikirannya, dalam akhlaknya, dalam ilmunya. Dan kalaupun mereka mampu mencapai pengetahuan itu seperlunya, namun sampai kini pengetahuan yang sempurna belum juga mereka capai. Perjuangan yang mereka hadapi masih panjang, jaraknya masih jauh, jalannyapun tak berkesudahan.

Kenabian adalah anugerah Tuhan, tak dapat dicapai dengan usaha. Akan tetapi ilmu dan kebijaksanaan Allah yang berlaku, diberikan kepada orang yang bersedia menerimanya, yang sanggup memikul segala bebannya.

Allah lebih mengetahui di mana risalah-Nya itu akan ditempatkan. Muhammad s.a.w. sudah disiapkan membawa risalah (misi) itu ke seluruh dunia, bagi si putih dan si hitam, bagi si lemah dan si kuat. Ia disiapkan membawa risalah agama yang sempurna, dan dengan itu menjadi penutup para nabi dan rasul, yang hanya satu-satunya menjadi sinar petunjuk, sekalipun nanti langit akan terbelah, bintang-bintang akan runtuh dan bumi inipun akan berganti dengan bumi dan angkasa lain.

Kesucian para nabi dalam membawa risalah dan meneruskan amanat wahyu itu, adalah masalah yang tak dapat dimasuki oleh kaum cendekiawan. Bagi para nabi, sudah tak ada pilihan lain. Mereka menerima risalah dan amanat, dan itu harus disampaikan, sesudah mereka diberi cap dengan stempel kenabian.

Tugas menyampaikan amanat demikian itu sudah menjadi konsekwensi wajar bagi seorang nabi, yang tak dapat dielakkan. Akan tetapi, tidak selamanya wahyu itu menyertai para nabi dalam tiap perbuatan dan kata-kata mereka. Mereka juga tidak bebas dari kesalahan. Bedanya dengan manusia biasa, Allah tidak membiarkan mereka hanyut dalam kesalahan itu sesudah sekali terjadi, dan kadang mereka segera mendapat teguran.

Nabi Muhammad s.a.w. telah mendapat perintah Tuhan guna menyampaikan amanat itu, dengan tidak dijelaskan jalan yang harus ditempuhnya, baik dalam cara menyampaikan risalah atau dalam cara, mempertahankannya.

Pelaksanaannya diserahkan kepadanya, menurut kemampuan akalnya, pengetahuannya dan kecerdasannya, sebagaimana biasa dilakukan oleh kaum cerdik-pandai lainnya. Kemudian datang wahyu memberikan penjelasan secara tegas tentang segala sesuatu yang mengenai Zat Tuhan, ke-EsaanNya, Sifat-sifatNya serta cara-cara beribadat. Tetapi tidak demikian tata-cara kemasyarakatan, dalam keluarga, tentang desa dan kota, tentang negara, baik yang berdiri sendiri atau yang terikat oleh negara-negara lain.

Masa Kelahiran dan Masa Pertumbuhan Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhamamad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan di kota suci Mekah pada hari senin pagi 9 Rabi’ul Awwal, tahun Gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan dari suku Quraisy, yaitu suku yang paling terhormat dan terpandang di tengah masyarakat Arab pada waktu itu. Dari suku Quraisy tersebut, Beliau dari bani Hasyim, anak suku yang juga paling terhormat di tengah suku Quraisy. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir dalam keadaan yatim. Karena bapaknya; Abdullah telah meninggal ketika ibunya Aminah mengandungnya di usia dua bulan.

Setelah melahirkannya, sang ibu segera membawa bayi tersebut ke kakeknya  Abdul Mutthalib. Betapa gembiranya sang kakek mendengar berita kelahiran cucunya. Lalu dibawanya bayi tersebut ke dalam Ka’bah, dia berdoa kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Anak tersebut kemudian diberi nama Muhammad; nama yang belum dikenal masyarakat Arab waktu itu. Lalu pada hari ketujuh setelah kelahirannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikhitan.

Kehidupan di Bani Sa’ad

Selain ibunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disusukan juga oleh Tsuwaibah; budak Abu Lahab. kemudian, -sebagaimana adat kebiasaan masyarakat perkotaan waktu itu- Ibunya mencari wanita pedesaan untuk menyusui putranya. maka terpilihlah seorang wanita yang bernama Halimah binti Abi Dzu’aib dari suku Sa’ad bin Bakar, yang kemudian lebih di kenal dengan panggilan Halimah as-Sa’diyah.

Sesungguhya atas kehendak Allah jualah, hingga Halimah as-Sa’diyah menyusui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kecilnya. Sebab ketika pertama kali ditawarkan untuk menyusuinya, dia terasa enggan menerimanya, karena rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam anak yatim yang tidak dapat diharapkan imbalan materi yang layak darinya. tetapi, ketika tidak didapatkan lagi bayi lain untuk disusui, maka diapun menerima bayi Muhammad untuk disusui di perkampungan Bani Sa’ad. Ternyata dia tidak salah pilih, karena yang dia susui telah Allah persiapkan menjadi manusia paling agung di muka bumi ini yang akan membawa jalan terangbagi umatnya yang beriman. maka wajar, setelah itu kehidupan Halimah as-Sa’diyah penuh dengan keberkahan.

Demikianlah, 5 tahun pertama kehidupan Nabi Muhammad SAW, dia lalui di daerah perkampungan dengan kehidupan yang masih asri dan udara segar di lembah Bani Sa’ad. hal tersebut tentu saja banyak berpengaruh bagi pertumbbuhan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik secara fisik maupun kejiwaan.

Peristiwa Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr)

Pada saat Nabi Muhammad SAW. berusia 5 tahun, dan saat beliau masih dalam perawatan Halimah as-Sa’diyah di perkampungan Bani Sa’ad terjadilah peristiwa besar yang sekaligus menunjukkan tanda-tanda kenabiannya kelak. Peristiwa tersebut dikenal dengan istilah Pembelahan Dada (Syaqqus Shadr).

Suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba datang malaikat Jibril menghampiri dan menyergapnya. Lalu dia dibaringkan, kemudian dadanya di belah, lalu hatinya di ambil selanjutnya dikeluarkan segumpal darah darinya, seraya berkata:

Inilah bagian setan yang ada padamu.” 

Kemudian hati tersebut dicuci di bejana emas dengan air Zam-Zam, setelah itu dikembalikan ke tempat semula.

Sementara itu, teman-teman sepermainannya melaporkan kejadian tersebut kepada Halimah seraya berkata: “Muhammad dibunuh…Muhammad dibunuh.” Maka mereka bergegas menghampiri tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semula, disana mereka mendapatkan Nabi Muhammad SAW. dalam keadaan pucat pasi.

Setelah kejadian tersebut, Halimah sangat khawatir terhadap keselamatan Nabi Muhammad SAW kecil. Akhirnya tak lama setelah itu, dia memutuskan untuk memulangkannya kepada ibunya di kota Mekkah. Maka berangkatlah Halimah ke Mekkah dan dengan berat hati dikembalikannya Nabi Muhammad SAW kepada ibunya.

Ditinggal Ibu Tercinta

Setelah beberapa lama tingal bersama ibunya, pada usia 6 tahun, sang ibu mengajaknya berziarah ke makam suaminya di Yatsrib. Maka berangkatlah mereka keluar dari kota Mekkah,menempuh berjalan sepanjang 500 km, di temani ole Ummu Aiman dan di biayai oleh Abdul Mutthalib. Di tempat tujuan, mereka menetap sebulan.
Setelah itu mereka kembali ke Mekkah. Namun di tengah perjalanan, ibunya menderita sakit dan akhirnya meninggal di perkampungan Abwa’ yang terletak antara kota Mekkah dan Madinah.

Di Bawah Asuhan Sang Kakek

Sang kakek; Abdul Muththalib, sangat iba terhadap cucunya yang sudah menjadi yatim piatu diusianya yang masih dini. Maka dibawalah sang cucu ke rumahnya, diasuh dan dikasihi melebihi anak-anaknya sendiri.

Pada saat itu Abdul Muththalib memiliki tempat duduk khusus di bawah Ka’bah, tidak ada seorangpun yang berani duduk di atasnya, sekalipun anak-anaknya, mereka hanya berani duduk di sisinya. Namun Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam -yang saat itu masih anak-anak- justru bermain-main dan duduk di atasnya. Karuan saja paman-pamannya mengambil dan menariknya. Namun ketika sang kakek melihat hal tersebut, beliau malah melarang mereka seraya berkata, “Biarkan dia, demi Alah, anak ini punya kedudukan sendiri.”

Akhirnya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam kembai duduk di majlisnya, diusapnya punggung cucunya tersebut dengan suka cita melihat apa yang mereka perbuat.

Tapi lagi-llagi kasih sayang sang kakek tal berlangsung lama di rasakan Muhammad kecil. Saat Rasullullah saw. berusia 8 tahun, kakeknya meninggal dunia di Mekkah. Namun sebelum wafat beliau berpesan agar cucunya tersebut dirawat oleh paman dari pihak bapakna; Abu Thalib.

Di Pangkuan Pamannya

Kini Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam asuhan pamannya yan juag sangat mencintainya. Abu Thalib merawatnya bersama anak-anaknya yang lain, bahkan lebih disayangi dan dimuliakan. Begitu seterusnya Abu Thalibb selalu di sisi Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam, merawatnya, melindungi dan membelanya, bahkan hingga beliau di angkat menjadi Rasul. Hal tersebut berlangsung tidak kurang selama 40 tahun.

Bersama Pendeta Buhaira

Pada saat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam berusia 12 tahun, Abu Thalib mengajaknya berdagang ke negeri Syam. Sesampainya di perkampungan Bushra yang waktu itu masuk wilayah negeri Syam, mereka disambut oleh seorang pendeta bernama Buhaira. Semua rombongan turun memenuhi jamuan Bahira kecuali Rasulullah saja..

Pada pertemuan tersebut, Abu Thalib menceritakan perihal Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallamdan sifat-sifatnya kepada pendeta Buhaira. Setelah mendengar ceritanya, sang pendeta langsun memberitahukan bahwa anak tersebut akan menjadi pemimpin manusia sebagaimana yang dia ketahui ciri-cirinya dari kitab-kitab dalam agamanya. Maka dia meminta Abu Thalib untuk tidak membawa anak tersebut ke negeri Syam, karena khawatir di sana orang-orang Yahudi akan mencelakainya.

Akhirnya Abu Thalib memerintahkan anak buahnya untuk membawa pulang kembali Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam ke Mekkah. Ketika Nabi berusia 15 th meletus perang Fijar antara kabilah Quraisy bersama Kinanah dengan Qais Ailan. Nabi ikut bergabung dalam perang ini dengan mengumpulkan anak-anak panah buat paman-paman beliau untuk dilemparkan kembali ke musuh.

Pernikahan Nabi Muhammad SAW Dengan Siti Khadijah

Pada masa remajanya Nabi Muhammad SAW biasa menggembala Kambing dan pada usia 25 th menjalankan barang dagangan milik Khadijah ke Syam. Nabi Muhammad SAW dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah. Dalam berdagang Nabi Muhammad SAW terkenal jujur dan amanah serta keuntungannya melimpah ruah.

Peristiwa tentang cara dagangnya Nabi Muhammad SAW itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya dan disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dengan mas kawin 20 ekor Onta Muda.

Usia Khadijah waktu itu 40 th dan Nabi Muhammad SAW 25 th. Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum dan Fatimah. Semua anak laki-laki nabi wafat waktu masih kecil dan anak perempuannya yang masih hidup sampai nabi wafat adalah Fatimah.

Masa Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Pada usia 35 th lima tahun sebelum kenabian Nabi Muhammad SAW ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke baitul Haram yang dapat meruntuhkan Kakbah. Dengan peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Ka’bah dan yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.
Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu Masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah SWT menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu masjid adalah Nabi Muhammad SAW dan yang berhak adalah Rasulullah.

Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad. Nabi Muhammad SAW meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya Nabi Muhammad SAW mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki “Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya.

Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan kebenaran.

Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira beribadah dan memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan Malaikat jibril yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Ketika Nabi Muhammad SAW berada di gua Hira datang malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil berkata “Bacalah”.

Jawab Nabi “Aku tidak dapat membaca

Lantas Malaikat memegangi dan merangkul Nabi hingga sesak kemudian melepaskannya dan berkata lagi “Bacalah”. Jawab Nabi ”Aku tidak bisa membaca”.

Lantas Malaikat memegangi dan merangkulnya lagi sampai ketiga kalinya sampai Nabi merasa sesak kemudian melepasknnya. Lalu Nabi bersedia mengikutinya (Surat Al-Alaq ayat 1-5). QS 96 : 1-5)

Nabi Muhammad SAW mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah (isterinya) untuk minta diselimutinya. Beliau diselimuti hingga tidak lagi menggigil tapi khawatir akan keadaan dirinya.

Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Waraqah menanggapi.
 “Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini, katakanlah kepadanya, agar dia berteguh hati."

Nabi Muhammad SAW Mulai Berdakwah

Rasulullah SAW di kala mengasingkan diri di Gua Hira dengan perasaan cemas dan khawatir tiba-tiba terdengan suara dari langit, beliau menengadah tampak malaikat jibril. Beliau menggigil, ketakutan dan pulang minta kepada isterinya untuk menyelimutinya. Dalam keadaan berselimut itu datang Jibril menyampaikan wahyu yang ke dua yaitu surat Al Muddatsir (QS 74 ayat 1-7).
Orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmupun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu.”
Saat ia sedang dalam kekuatiran demikian itu - sesudah sekian lama terhenti - tiba-tiba datang wahyu membawa firman Tuhan:

Demi pagi cerah yang gemilang. Dan demi malam bila senyap kelam. Tuhanmu tidak meninggalkan kau, juga tidak merasa benci. Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. Maka engkaupun akan bersenang hati. Bukankah Ia mendapati kau seorang piatu, lalu diberiNya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan, lalu diberiNya kau petunjuk? Karena itu, terhadap anak piatu, jangan kau bersikap bengis. Dan tentang orang yang meminta, jangan kau tolak. Dan tentang kurnia Tuhanmu, hendaklah kau sebarkan.” (Qur’an, 93: 1-11)

Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam dan mengajak umat manusia menyembah Allah SWT.

Menyiarkan Agama Islam Secara Sembunyi-Sembunyi

Setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu kedua mulailah beliau dakwah secara sembunyi-sembunyi dengan mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat beliau seorang demi seorang masuk Islam.

Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam adalah:
a). Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)
b). Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)
c). Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW)
d). Abu Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW)

Orang-orang yang masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq yaitu:

  • Utsman Bin Affan
  • Zubair Bin Awwam
  • Saad Bin Abi Waqqash
  • Abdurahman Bin Auf
  • Thalhah Bin “Ubaidillah
  • Abu Ubaidillah Bin Jarrah
  • Arqam Bin Abil Arqam
  • Fatimah Binti Khathab

Mereka itu diberi gelar “As-Saabiqunal Awwaluun” Artinya orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran tentang Islam langsung dari Rasulullah SAW di rumah Arqam Bin Abil Arqam.

Menyiarkan Agama Islam Secara Terang-Terangan

Tiga tahun lamanya Nabi Muhammad SAW dakwah secara sembunyi sembunyi dari satu rumah ke rumah lainnya. Kemudian turun surat Al Hijr: 94 (QS 15 ayat 94). Artinya”Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik (QS Al Hijr : 15). Dengan turunnya ayat ini Nabi Muhammad SAW menyiarkan dakwah secara terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama Islam menjadi perhatian dan pembicaraan yang ramai dikalangan masyarakat Makkah. Islam semakin meluas dan pengikutnya semakin bertambah.

Kehidupan Bangsa Arab sebelum Kelahiran  Nabi Muhammad SAW

Kehidupan Agama

Pada awalnya, mayoritas Bangsa Arab mengikuti Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, yaitu ajaran tauhid untuk beribadah hanya kepada Allah Ta’ala.

Setelah berlalunya waktu yang panjang, mereka melalaikan hal tersebut, walaupun ada sisa-sisa peninggalan ajaran tauhid Nabi Ibrahin ‘alaihissalam.

Hingga suatu saat di Mekah tersebutlah seorang yang bernama Amr bin Luhay dari suku Khuza’ah yang sangat dihormati dan dimuliakan kaumnya karena kedermawanan dan prilakunya yang baik. Suatu ketika, ia pergi ke Syam dan di sana melihat masyarakatnya menyembah berhala sebagai bentuk ibadah. Ia menyimpulkan bahwa itu adalah perbuatan baik. Sekembalinya dari Syam, Amr pun membawa berhala yang bernama Hubal dan meletakkannya di ka’bah. Lalu dia mengajak kaumnya untuk melakukan apa yang dilakukan penduduk Syam.

Karena pengaruh kedudukannya, tak lama penduduk Mekah pun menjadi penyembahan berhala dan menjadi agama baru bagi mereka. Ajaran tersebut dengan cepat menyebar ke wilayah Hijaz (Mekah dan sekitarnya) hingga menyebar luas meliputi Jazirah Arabi. Bahkan, di sekitar Ka’bah ada ratusan berhala yang disembah. Dari sanalah mulai lagi bermunculan berbagai  bentuk kesyirikan, bid’ah, dan khurafat di masyarakat Arab.

 Kehidupan Sosial

Struktur kehidupan sosial masyarakat Arab berkelas dan bersuku-suku. Adanya pemandangan yang sangat kontras antara kaum bangsawan dengan segala kemewahan dan kehormatannya dengan rakyat jelata dengan segala kekurangan dan kehinaan yang tak terperi.

Kehidupan antar suku pun penuh dengan persaingan yang sering mengakibatkan pertikaian dengan bumbu fanatisme kesukuan yang kental. Setiap anggota suku pasti membela orang yang satu suku dengannnya, tak peduli perbuatannya benar atau salah, sehingga terkenal ucapan di antara mereka,
Bantulah saudaramu, baik dia berbuat zalim atau dizalimi.”

Perlakuan terhadap wanita juga tak kalah zalimnya. Laki-laki dapat melakukan poligami tanpa batas, bahkan dapat menikahi dua bersaudara sekaligus. Demikian pula mereka dapat dapat menceraikannya sesuka. Sementara itu perzinahan merupakan masalah biasa. Bahkan ada suami yang memerintahkan istrinya tidur dengan laki-laki lain semata-mata ingin mendapatkan keturunan mulia dari lakilaki tersebut. Kelahiran anak perempuan menjadi aib yang berat mereka tanggung, bahkan dikenal di sebagian mereka istilah wa’dul banat (mengubur anak wanita hidup-hidup).

Perjudian dan minuman keras juga merupakan hal yang sangat lumrah dilakukan di tengah masyarakat, bahkan menjadi sumber prestise tersendiri.

Kesimpulannya, kondisi sosial mereka sangatlah parah, sehingga kehidupan berlangsung tanpa aturan layaknya binatang.

Kondisi Ekonomi

Masyarakat Arab adalah masyarakat pedagang. Sebagian kecil penduduk pinggiran negeri, hidup secara bertani dan memelihara hewan ternak. Mereka belum mengenal dunia perindustrian. Hasil-hasil produksi biasanya mereka dapatkan dari Yaman atau Syam (Syam pada masa sekarang meliputi Palestina, Lebanon, Yordan, dan Suria). Kemiskinan cukup mewarnai kehidupan masyarakat, meskipun ada sejumlah pedagang besar dan bangsawan

Betapapun demikian, bangsa Arab masih memiliki beberapa sifat yang baik, walau kadang ditampilkan dengan cara yang salah. Diantaranya adalah sifat dermawan, menepati janji, menjaga kemuliaan jiwa dan pantang dihina, pemberani, lemah lembut suka menolong dan sederhana.

Tanggapan orang-orang Quraisy

Orang-orang quraisy marah dan melarang penyiaran islam bahkan nyawa Rasul terancam. Nabi beserta sahabatnya semakin kuat dan tangguh tantangan dan hambatan dihadapi dengan tabah serta sabar walaupun ejekan, cacian, olok-olokan dan tertawaan, menjelek-jelekkan, melawan al-Qur’an dan memberikan tawaran bergantian dalam penyembahan.

Dakwah secara terangan ini walaupun banyak tantangan banyak yang masuk Agama Islam dan untuk penyiaran Islam Nabi SAW ke Habasyah (Etiopia),Thaif, dan Yatsrib (Madinah). Sehingga Islam meluas dan banyak pengikutnya terutama setelah beliau hijrah ke madinah, di Madinah inilah beliau mendirikan negara islam pertama di dunia dan disana juga beliau membangun sebuah masjid yang terkenal dengan nama Masjid Nabawi.

Pada masa kerasulan Nabi Muhammad SAW tahun ke 10 pada saat “Amul Khuzni”artinya tahun duka cita yaitu Abu Thalib (pamannya wafat) dan siti Khadijah (istri nabi juga wafat) serta umat Islam pada sengsara. Ditengah kesedihan ini Nabi Muhammad dijemput oleh Malaikat Jibril untuk Isra’ Mi’raj yaitu sebuah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Masjidil Haram dan dari Masjidil Haram menuju ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT untuk menerima perintah shalat lima waktu.

Nabi Muhammad Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah

Uswatun Hasanah artinya teladan yang baik. Panutan dan teladan umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW. seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama Islam. Oleh sebab itu, kita sebagai muslim harus meniru dan mencontoh kepribadian beliau. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi:

Artinya”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS Al Ahzab:21).

Untuk dapat meneladani Rasulullah SAW harus banyak belajar dari Al-Qur’an dan Al Hadits. Sebagai salah satu contoh saja yaitu tentang kejujuran dan amanah atau dapat dipercayanya nabi Muhammad SAW.
Sifat NAbi Muhammad Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW mempunyai sifat yang baik yaitu:

Siddiq

Siddiq artinya jujur dan sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat bohong (kidzib) Rasulullah sangat jujur baik dalam pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang dikatakan dan disampaikan serta yang diperbuat adalah benar dan tidak bohong. Karena akhlak Rasulullah adalah cerminan dari perintah Allah SWT.

Amanah

Amanah artinya dapat dipercaya. Sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat Khianat atau tidak dapat dipercaya. Rasulullah tidak berbuat yang melanggar aturan Allah SWT. Rasulullah taat kepada Allah SWT. Dan dalam membawakan risalah sesuai dengan petunjuk Allah SWT tidak mengadakan penghianatan terhadap Allah SWT maupun kepada umatnya.

Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah sangat tidak mungkin untuk menyembunyikan (kitman). Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya tidak ada yang ditutup- tutupi atau disembunyikan walaupun yang disampaikan itu pahit dan bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah menyampaikan risalah secara sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT.

Fathonah

Fathonah artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul bersifat baladah atau bodoh. Para Rasul semuanya cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu yang telah diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT maka sangat tidak mungkin Rasul itu bodoh. Apabila bodoh bagaimana bisa menyampaikan wahyu Allah.

Haji Wada’ Nabi Muhammad SAW

Pada tahun 10 H, Nabi Muhammad SAW melaksanakan haji yang terakhir yautu haji wada’. Sekitar 100 ribu jamaah yang turut serta dalam ibadah haji bersama beliau. Pada saat wukuf di arafah Nabi SAW menyampaikan khutbahnya dihadapan umatnya yaitu yang berisi pelarangan melaksanakan penumpahan darah kecuali dengan cara yang benar, melarang mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak benar, melarang makan makanan yang riba dan menganiaya, hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, dan umatnya supaya berpegang teguh dengan Al Qur’an dan sunah Nabi SAW.
Dalam surat Al Maidah ayat 3 telah diungkapkan bahwa:
Artinya: “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan sungguh telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al Maidah (5) : 3).

Ayat ini menjelaskan bahwa dakwah Nabi Muhammad SAW telah sempurna. Nabi Muhammad SAW dakwah selama 23 tahun. Pada suatu hari beliau merasa kurang enak badan, badan beliau semakin tambah melemah, beliau menunjuk Abu Bakar sebagai imam pengganti beliau dalam shalat. Pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah beliu wafat dalam usia 63 tahun.

Nabi Muhammad SAW Rahmatan Lil ‘Alamin

Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhiruzzaman yaitu nabi yang terakhir di dunia ini. Maka setelah nabi Muhammad Saw tidak ada nabi lagi di dunia ini. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil ‘Alamin artinya beliau diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan rahmat-Nya dengan cara memperbaiki akhlak.

Pada saat itu masyarakat rusak moralnya hingga norma-norma kesusilaannya bahkan jauh menyimpang dari ajaran Allah. Semuanya diberantas dan diperbaiki, kemudian diganti dengan akhlakul karimah yang sesuai dengan wahyu Allah SWT. Dengan demikian, masyarakat menjadi damai, rukun, bahagia, sejahtera, dan mendapat ridha Allah SWT, dalam Firman Allah SWT :

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. “(Surat Al-Anbiya : 107).

Demikian  sekelumit pembahasan tentang Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW : Teladan Yang Utama. Kisah hidup Nabi Muhammad SAW, semoga tingkah laku dan perbuatannya dapat kita kaji syukur-syukur kita dapat menirunya meskipun hanya sedikit.

Terimakasih Wasalamualikum Wr.Wb