Home » » Alat Vital Hilang Di Kalimantan : Mitos Atau Fakta

Alat Vital Hilang Di Kalimantan : Mitos Atau Fakta

Alat Vital Hilang Di Kalimantan : Mitos Atau Fakta – Ada satu mitos yang berkembang di pulau Kalimantan yaitu alat kemaluan pria akan hilang atau berpindah tempat apabila kita melakukan kesalahan terhadap gadis-gadis pedalaman. Terutama jika sudah menjalin kasih namun sang pria tidak mau lagi melanjutkan hubungannya.

Alat Vital Hilang Di Kalimantan : Mitos Atau Fakta

Cukup menyeramkan.

Saat mendengar cerita ini, sedikit ataupun banyak berpengaruh terhadap mereka yang mendengarnya, termasuk saya sendiri. Sehingga ketika merantau ke Kalimantan, kita akan berhati-hati dalam menjaga pergaulan dengan wanita pedalaman yang terkenal cantik dan berkulit kuning.

Berbeda dengan perantau asal kota Malang terutama yang memiliki jiwa petualang. Kisah-kisah seram seperti itu tidak membuatnya gentar malahan membuat mereka ingin mencoba dan membuktikan kebenarannya. 

Alhasil, mereka pun merasakan akibatnya.

Ada yang tidak bisa pulang ke Jawa lagi, ada yang alat vitalnya tidak berfungsi lagi dan ada pula yang merasakan kehilangan barang kesayangannya tersebut seperti dalam kisah diatas. Barulah, mereka sadar dan menyesal karena berbuat ceroboh dan bersikap sombong di pulau yang penuh misteri ini.

Sehingga jika kita bertanya apakah kisah-kisah tersebut adalah sebuah mitos belaka atau memang sebuah fakta, maka silahkan buktikan sendiri kebenarannya. Tapi, saran saya, jangan coba-coba melakukannya.

Karena penulis bersama teman-teman telah membuktikan kebenaran cerita tersebut. Sebaiknya anda baca juga tentang :

Kisah-kisah tersebut memang pelakunya dibuat fiktif untuk menjaga kerahasiaannya namun jalan ceritanya memang benar-benar terjadi.

Berikut ini adalah beberapa kisah nyata yang pernah dialami oleh teman-teman penulis saat mereka merantau ke Kalimantan.

Tiksan Dan Alat Vitalnya

Tiksan adalah seorang perantau dari kota Malang, tepatnya dari desa Mendalanwangi, Wagir, yang terkenal dengan perkebunan durian Montongnya. Pekerjaannya sebagai seorang pemborong bangunan mengharuskannya keluar masuk pedalaman Kalimantan.


Berbeda dengan Brodin dkk dalam cerita “Kisah Cinta Dalam Seikat Indomie”, Tiksan adalah sosok perantau yang tidak macam-macam. Niatnya merantau hanya untuk bekerja saja, tidak yang lain. Ia adalah seorang penganut agama Budha yang taat.

Namun, meskipun Tiksan tidak berbuat macam-macam dan selalu membatasi hubungannya dengan wanita, tapi malah membuat banyak wanita pedalaman yang penasaran akan sikapnya kemudian tertarik lalu menaruh hati kepadanya. Tapi Tiksan tidak menanggapinya.

Alat Vital Hilang Di Kalimantan : Mitos Atau Fakta
Ilustrasi
Sang gadis pedalaman, sebut saja namanya Omay, semakin penasaran. Di kampungnya, ia adalah bunga desa yang terkenal akan kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Sudah banyak pria yang jatuh hati dan berusaha mendapatkannya, namun ia menolaknya.

Kali ini, ketika perasaannya kepada Tiksan tidak ditanggapi, ia merasa sakit hati lalu mengadukannya kepada orangtuanya. Ayah Omay, menyuruh anaknya mengajak Tiksan ke rumahnya. Maka dengan bujuk rayu dan berbagai alas an, Omay berhasil mengajak Tiksan ke rumahnya yang berada di tengah belantara hutan Kalimantan.

Sesampainya dirumah Omay, Ayah Omay menyatakan kepada Tiksan jika anaknya menyukainya dan mau jadi istrinya. Namun, karena Tiksan sudah memiliki calon istri di Jawa, maka dengan sehalus mungkin, ia menolaknya.

Ayah Omay marah, lalu berkata, “Coba lihat burungmu sekarang!!!

Tiksan kaget lalu dengan reflek ia meraba alat vital kesayangannya. Wajahnya menjadi pucat, jantungnya berdegup kencang ketika mendapati barang kesayangannya tersebut tidak ada ditempatnya.

Lihat itu!!!” kata ayah Omay.

Tiksan mengarahkan pandangannya sesuai petunjuk orangtua itu. Kekagetanya semakin jadi, alat vitalnya berada diatas pintu, tergantung seolah sebuah hiasan. Tiksan terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Namun, kesadarannya perlahan timbul yang menuntunnya pada ajaran-ajaran yang pernah didengarnya, maka ia menetapkan hati dan fikirannya lalu mengarahkan pada sang Maha Pencipta, memohon bantuan dan pertolongannya.

Semua itu hanyalah semu..” Batinnya. Keyakinannya semakin lama semakin bertambah kuat lalu secara perlahan dirabanya lagi alat vitalnya.

Masih ada.” Gumamnya. Dan apa yang dilihatnya diatas pintu, hilang tak berbekas.

Ayah Omay menyadari kesalahannya lalu minta maaf. Perbuatannya tersebut hanya untuk menuruti kemauan anak gadisnya saja dan ternyata Tiksan memang tidak bersalah dan bukan jodoh anaknya. Maka, ayah Omay mengijinkan Tiksan pulang.

Itulah pengalaman menarik dari Tiksan, pemborong yang berasal dari desa Mendalanwangi, Wagir, Kabupaten Malang.

Penutup

Apa yang terjadi pada Tiksan menunjukkan bahwa hanya orang-orang bersalah yang akan menerima akibat perbuatannya seperti disebutkan diawal. Sedangkan orang yang benar dan memiliki keyakinan kuat seperti Tiksan akan selamat.

Pada umumnya, setiap daerah di belahan dunia memiliki tradisi dan keunikan masing-masing terutama dalam menjaga keluarga atau keturunannya dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga para orangtua menggunakan berbagai cara agar keluarganya tidak diganggu orang lain.

Semoga bermanfaat..


2 komentar:

Posting Komentar