Benarkah Hidup Adalah Soal Pilihan?

Benarkah Hidup Adalah Soal Pilihan? – Ketika saya memilih untuk memanjangkan rambut sebagai salah satu gaya hidup, awalnya saya merasa tidak ada masalah dan baik-baik saja menurut penilaian diri sendiri. Namun, seiring bertambah panjangnya rambut yang menambah kesan eksentrik pada penampilan saya, mulai muncul tanggapan-tanggapan kritis dari keluarga, teman-teman dan lingkungan sekitar.

Benarkah Hidup Adalah Soal Pilihan?

Mereka menyarankan untuk segera memotong rambut panjang yang saya sayangi dengan berbagai alasan namun saya abaikan. Saya merasa nyaman dengan memilih gaya rambut mirip seniman ini pada usia jelita. Dan, saya menyadari pengaruhnya terhadap diri saya sendiri karena memiliki alasan sendiri. 

Lalu, saya memilih menulis tentang ajakan-ajakan kebaikan bukan berarti saya lebih baik atau lebih pintar atau lebih pengalaman daripada orang lain melainkan hanya berbagi dan belajar bersama-sama. Mungkin, sedikit informasi itu dapat memberikan pencerahan bagi orang lain.  Tapi, itupun tidak lepas dari pro-kontra.

Itulah pilihan saya. Bagaimana dengan Anda?

Benarkah Hidup Adalah Soal Pilihan?

Hidup adalah soal pilihan. Dan, setiap pilihan yang kita ambil akan berpengaruh besar terhadap diri kita sendiri.

Banyak pilihan yang telah kita lakukan sepanjang hidup ini, baik pilihan yang tepat maupun salah. Semuanya, pernah kita rasakan dampak dan pengaruhnya terhadap diri kita sendiri, seperti berikut ini.
  • Pilihan tentang profesi atau pekerjaan
  • Pilihan tentang pasangan hidup
  • Pilihan dimana kita akan tinggal
  • Pilihan gaya berpakaian dan lain-lain.

Tapi, pilihan yang terpenting adalah, akan menjadi siapa diri kita?

Untuk itu, kita butuh latihan, pengamatan dan pengendalian diri. Dan, harus dilakukan secara terus menerus sepanjang hidup kita.

Berikut ini adalah beberapa nasehat yang pernah saya dengar dari orang-orang tua, buku dan hasil perenungan sendiri.

Cara Menetapkan Pilihan

  • Karena kita sendiri belum merasakan sendiri pengaruh dari pilihan yang kita buat sehingga kita salah memilih. Untuk itu, kita perlu mengendalikan diri dengan menahan keinginan untuk memilih saat masih ragu seperti dalam kisah “Makna Dibalik segelas air comberan.”
  • Pertimbangkan dengan masak resiko dan pengaruh dari masing-masing pilihan.
  • Belajar memilih pada permasalahan yang sepele terlebih dahulu.
Benarkah Hidup Adalah Soal Pilihan?

Latihan Terbaik Dalam Memilih 

Latihan terbaik dalam memilih adalah menerapkannya pada keseharian kita, terutama dalam bergaul dengan orang-orang di sekitar kita.

Benarkah Hidup Adalah Soal Pilihan?

  • Pilihlah kata-kata yang akan kita ucapkan karena kata-kata dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. Semakin positif kata-kata yang terucap, semakin positif hasilnya dalam kenyataan. 
  • Pilihlah apa yang akan kita pikirkan, karena pikiran kita menciptakan kesempatan yang kita bahkan tidak tahu akan pernah ada. 
  • Pilihlah respon dan reaksi terhadap segala sesuatu yang terjadi pada diri kita karena perjalanan hidup tidak selalu mulus. Sandungan, kepahitan dan sakit hati mungkin pernah dan akan kita alami. Tapi kita punya pilihan bagaimana merespon peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup ini. 

Kita memang tidak bisa mengendalikan hal-hal yang terjadi pada diri kita, tetapi kita dapat memilih dan mengendalikan pikiran yang akhirnya membentuk sikap kita.    

Penutup

Itulah sekelumit ungkapan perasaan tentang bagaimana memilih. Satu kegiatan yang hampir setiap saat kita lakukan dalam hidup ini.

Dan, memang benar apabila hidup itu adalah pilihan.

Tapi, setiap orang memiliki pendapat yang berbeda sehingga jika ada pendapat yang berbeda atau mendukung ungkapan hati ini, silahkan tambahkan pada kolom komentar dibawah ini.


Semoga bermanfaat..


Benarkah Orang Yang Tidur Larut Malam Cenderung Lebih Sukses?


Benarkah Orang Yang Tidur Larut Malam Cenderung Lebih Sukses? – Satu pertanyaan yang mengganjal ketika melihat kenyataan bahwa orang-orang yang tidurnya larut atau bahkan kurang waktu tidurnya ternyata memiliki kehidupan yang lebih sukses dibandingkan orang yang tidur normal. Sehingga penulis mencoba mencari tahu alasannya, dengan demikian kita bisa menyatakan ini mitos atau fakta.

Benarkah Orang Yang Tidur Larut Malam Cenderung Lebih Sukses?

Pandangan umum mengatakan jika tidur larut atau begadang dianggap sebagai satu kebiasaan buruk yang tidak baik bagi kesehatan. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan baru-baru ini menghasilkan fakta berbeda. Kebiasaan yang dianggap buruk itu malahan mampu meningkatkan kecerdasan penalaran hingga kemampuan amalitik.

Wow, sungguh mengherankan!

Memang banyak pendapat yang menyatakan pro-kontra terhadap kebiasaan tidur larut malam ini. Seperti tidur larut malam dipandang dari kesehatan, tidur larut malam atau begadang menurut budaya Jawa, begadang menurut H. Rhoma Irama dan lain-lain.

Kali ini, mari kita ulas tidur larut malam menurut penelitian. Untuk lebih memahami alasan mengapa orang tidur larut malam cenderung lebih sukses, mari kita ikuti ulasannya berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan.

Tidur Larut Menurut Penelitian

Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan dari University Of Madrid dengan sampel 1.000 orang remaja. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dari 1.000 orang tersebut, mereka yang suka terjaga hingga larut malam kemudian bangun pada siang hari, memiliki beberapa kualitas yang lebih unggul dibandingkan mereka yang tidur tepat waktu atau lebih dini.

Kelebihan itu menyangkut aspek kecerdasan penalaran, pemikiran konseptual dan analitis.

Memang, mereka yang bangun pagi dan tidur tepat waktu, memiliki prestasi akademik lebih bagus di sekolah. Akan tetapi, untuk masalah kesuksesan karir, mereka yang tidur larut dan bangun siang, ternyata lebih unggul.

Alasan yang dikemukakan oleh para peneliti itu karena hal tersebut disebabkan oleh perilaku yang dilakukan pada saat matahari terbenam cenderung menarik orang tersebut dengan rasa ingin tahu yang lebih besar.

Jim Home, Profesor Psikofisiologi di Loughborough University yang dilansir Medical Daily, mengatakan,
Orang-orang yang bangun pada siang hari, cenderung menjadi orang yang lebih kreatif, ekstrovert, penyair, seniman dan penemu. Sedangkan yang bangun pagi hari lebih banyak berfikir deduktif seperti yang sering dilakukan oleh pegawai negeri dan akuntan.”
Lanjutnya lagi, orang yang tidur lebih larut dan bangun siang hari cenderung lebih sosial dan lebih berorientasi pada manusia.  Sementara orang yang bangun pagi hari cenderung lebih mengutamakan berpikir logis.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal “Emotion” menunjukkan jika orang yang bangun pada pagi hari cenderung merasa lebih bahagia. Hal ini diduga karena jam biologis dari orang yang bangun pagi pada umumnya lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat.

Angkatan Udara Amerika Serikat juga melakukan penelitian tentang kecenderungan tidur larut malam ini. Hasilnya menunjukkan jika orang yang bangun pada siang hari memang lebih unggul dalam berfikir lateral.

Sementara penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University Of Southhampton, AS, juga menemukan bahwa orang yang tidur larut dan bangun siang, memiliki rata-rata penghasilan yang lebih besar.

Kesimpulan

Itulah pembahasan singkat tentang artikel yang berjudul Benarkah Orang Yang Tidur Larut Malam Cenderung Lebih Sukses?”

Tentang kebenarannya, kembali kepada diri kita masing-masing. Jika dipandang dari semua sisi, keduanya memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga mana yang lebih baik terserah pada diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat ..

Fokus : Memetik Hikmah Dari Suryakanta Atau Kaca Pembesar

Fokus : Memetik Hikmah Dari Suryakanta Atau Kaca Pembesar – Masih ingatkah kita saat masih sekolah dulu melakukan percobaan menggunakan suryakanta atau kaca pembesar dan kertas. Dimana kertas terbakar setelah suryakanta tersebut berhasil memfokuskan sinar matahari hanya pada satu titik saja. 

Fokus : Memetik Hikmah Dari Suryakanta Atau Kaca Pembesar

Percobaan sederhana tapi mengandung hikmah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita terutama apabila kita mampu menerapkannya dalam hidup kita.

Salah satu alasan yang membuat hanya sedikit orang yang dapat meraih apa yang diinginkannya adalah karena kita tidak fokus. Kita tidak pernah berkonsentrasi pada kekuatan yang kita miliki. Pada umumnya, ketika gagal dalam satu bidang kita akan mencoba-coba berbagai bidang lainnya,

Kita tidak pernah memutuskan untuk menguasai suatu bidang khusus saja. Sehingga kemampuan yang kita miliki terhadap satu bidang hanya sedikit saja begitu pula pada bidang-bidang lainnya.

Sebenarnya, manusia diciptakan Tuhan dengan potensi yang tidak terbatas. Akan tetapi, pada kenyataannya hanya sedikit saja orang yang berusaha mencapainya.  Kita memang dapat melakukan apa saja, tetapi kita tidak selalu dapat mengerjakan semuanya seorang diri.

Fokus : Memetik Hikmah Dari Suryakanta Atau Kaca Pembesar

Jangan biarkan orang lain menentukan jalan hidup kita. Jika ini terjadi, maka kita tidak akan fokus pada tujuan hidup kita sendiri. Memang, kita mungkin bisa menjadi orang yang mampu mengerjakan banyak hal, tetapi kita tidak mungkin dapat enguasai semuanya sepenuhnya.

Sehingga sebaiknya hindari menjadi orang yang mampu mengerjakan beberapa pekerjaan atau keahlian, namun tetaplah fokus pada satu keahlian yang kita kuasai dengan baik.

Cara menumbuhkan potensi dengan maksimal
  • Fokus pada satu sasaran utama
  • Fokus pada peningkatan yang berkesinambungan
  • Fokus pada masa depan bukan masa lalu

Dan yang terpenting, fokus pada kekuatan yang kita miliki lalu kembangkan semaksimal mungkin.

Di sinilah, kita harus mencurahkan waktu, energi dan sumber daya yang kita miliki. Terus belajar dan berkembang dan meningkatkan kekuatan kita. Jika kita berhenti, maka habislah kita.

Contoh Orang Yang Berhasil Setelah Fokus Pada Keahliannya

Memang banyak orang yang berhasil di dunia ini dengan menemukan lalu fokus terhadap keahlian atau kemampuannya . Namun, beberapa orang ini adalah orang-orang sederhana yang mampu memfokuskan diri pada kemampuannya masing-masing meskipun mereka tidak mengenyam pendidikan tinggi.

Fokus : Memetik Hikmah Dari Suryakanta Atau Kaca Pembesar

1. Gilang STIKI 

Seorang pemuda yang berasal dari kota Minyak, Balikpapan. Memilih menempuh pendidikan sarjananya di STIKI Malang, namun karena idealismenya yang tinggi, ia tidak berhasil menyelesaikan kuliahnya.

Setelah mencoba beberapa profesi, akhirnya Gilang memilih fokus di dunia internet marketing dan software house

Kemampuannya ini yang mengantarkannya pada keberhasilan usahanya sehingga dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dengan baik. Saat ini, pemuda ganteng namun rendah hati ini memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang software house dan memiliki banyak karyawan.

Salah satu produk softwarenya adalah AKURA atau Akuntansi Rakyat yaitu aplikasi Point Of Sale (POS) ditambah dengan pencatatan akuntansi-nya. Aplikasi ini dibuat untuk para pelaku UMKM dengan harga sangat terjangkau. Untuk melihat detail software AKURA ini silahkan klik DISINI.

2. Agus Tahwa

Pria yang lahir dan besar di Muharto, Malang ini merintis usaha makanan khas orang chinesse yaitu Tahwa.  Perjuangannya dalam memfokuskan diri dalam keahlian membuat kembang tahu ini patut diacungi jempol. Jatuh bangun, beralih profesi dan akhirnya kembali fokus pada bidangnya.

Saat ini, Agus Tahwa, selain di jalan Aris Munandar juga membuka cabang baru di perumahan elit Araya Malang dan Tahwa-nya menjadi salah satu menu unggulan di Hotel Olino, Malang.

Baca juga : 

Itulah beberapa contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari yang kita temui pada orang-orang di sekeliling kita tentang fokus pada satu Keahlian yang dimiliki.

Penutup

Demikian ulasan tentang “Fokus : Memetik Hikmah Dari Suryakanta Atau Kaca Pembesar”, satu percobaan pada masa sekolah yang ternyata mengandung hikmah yang sangat bermanfaat bagi keberhasilan hidup kita.

Semoga bermanfaat..

Menyibak Makna Sabar Dibalik Keberhasilan

Menyibak Makna Sabar Dibalik Keberhasilan – Sabar adalah kata yang sering kita dengar atau diucapkan saat orang lain atau kita sendiri berada dalam kondisi terpuruk atau sedang mengalami ujian hidup. Kata yang memiliki makna dalam namun menjadi hambar karena terlalu sering diucapkan sehingga membuat pesimis pendengarnya.

Mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan.

Bagi yang sedang menghadapi kegagalan atau musibah, terkadang mendengar kata sabar malah menjadi emosi. Akan tetapi jika kita menanggapinya dengan sikap positif, memang itulah yang harus kita lakukan saat Tuhan menguji hambanya. Karena Tuhan mencintai orang-orang yang bersabar.

Saat masih belajar berjalan, jatuh bangun adalah hal yang sering kita lakukan sampai kita dapat berjalan dengan lancar. Demikian juga dalam meraih keberhasilan dalam hidup kita.

Menyibak Makna Sabar Dibalik Keberhasilan

Pepatah lama mengatakan, “Roma tidak dibangun dalam sehari.” Begitu pula dengan kesuksesan tidak dibangun secara instan, apalagi jika itu adalah sebuah kesuksesan jangka panjang.

Dan, untuk mencapai sebuah tujuan atau keinginan, diperlukan kesabaran. Sebuah contoh yang sederhana, bila kita ingin sampai ke rumah atau menuju ke kantor dengan selamat, tentunya kita harus sabar menghadapi kemacetan dan berbagai rintangan lainnya saat berada di jalanan.

Begitu pula untuk menggapai keberhasilan dalam hidup, karena :
Kesabaran adalah pondasi dan kunci utama untuk membangun kesuksesan.

Saat kita dicemooh, ditolak, menghadapi banyak rintangan atau belum memperoleh hasil signifikan dari kerja keras kita selama ini, maka mari bersabar.

Contoh Kesabaran Berbuah Keberhasilan

1. Bill Gates

Sebelum menjadi orang kaya atau orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, Bill Gates selama bertahun-tahun menerima pendapatan dari software ciptaannya hanya $2 per hari. Nilai yang lebih rendah dari gaji seorang pegawai rendahan sekalipun di Amerika.

Tapi, Bill Gates tetap sabar dan yakin dalam menjalankan usahanya.

2. J.K. Rowling 

Penulis buku Harry Potter yang sangat laris dan mendunia juga merasakan hal yang sama. Sebelum sebuah penerbit kecil di Inggris, Bloomsbury menerbitkan novel karyanya, J.K. Rowling menghadapi 12 kali penolakan terhadap manuskripnya.

Seandainya J.K. Rowling tidak sabar lalu menyerah dalam menghadapi penolakan-penolakan tersebut, maka kita tidak akan pernah membaca hasil karyanya yang menakjubkan itu dan ia pun tidak berhasil seperti sekarang ini.

Jika saat ini kita sudah merasa bersabar dan belum berhasil dalam meraih tujuan dan cita-cita kita, maka mari tambahkan lagi dosis kesabaran kita.
Perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan adalah terletak pada kesabaran dan ketekunan.


Semoga bermanfaat..

Mari Belajar Tentang Kebersamaan Dari Lebah

Mari Belajar Tentang Kebersamaan Dari Lebah – Salah satu binatang yang memiliki banyak manfaat bagi manusia adalah Lebah. Madu yang dihasilkannya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia sementara sosok lebahnya sendiri cukup ditakuti karena sengatannya dapat membuat kita menjadi panas-dingin hingga berhari-hari.

Mari Belajar Tentang Kebersamaan Dari Lebah

Karena besarnya manfaat madu sehingga Tawon atau Lebah disebutkan di dalam Al Quran yaitu Surat An-Nahl yang artinya Lebah.

Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nahl :
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” An-Nahl ayat 69.
Kali ini, mari kita belajar tentang kebersamaan dari binatang penghasil madu ini. 

Ternyata, dibalik sengatannya yang menakutkan, Lebah merupakan binatang yang penuh dengan filosofi kebersamaan yang patut menjadi teladan bagi kita.

Mari Belajar Tentang Kebersamaan Dari Lebah


Jika tidak percaya, mari kita amati kehidupan hewan bernama Tawon ini dengan melihatnya dari luar saja tapi jangan coba-coba mengganggunya jika tidak mau di “entup”. Hehehe..

Menurut Dr N Ganapathy, seorang profesor dari Tamil Tandu Agricultural University, mengatakan jika komunitas atau koloni lebah dan manajemen lebah dapat menjadi pelajaran berharga bagi manusia jika mampu menerapkannya.

Dan, dengan menerapkan atau mengadopsi etika kerja lebah, seorang pekerja, kelompok atau komunitas bahkan perusahaan, akan mendapatkan manfaat besar. 

Untuk mengetahui pelajaran apa saja yang bisa kita petik dari Lebah dan kawan-kawannya, mari kita ikuti penjelasan berikut ini.

Mari Belajar Kebersamaan Dari Lebah

Lebah atau Tawon adalah binatang yang tidak bisa hidup sendiri melainkan berkelompok atau berkoloni dengan struktur organisasi yang jelas, aturan dan tata tertib dibawah pimpinan seekor Ratu Lebah. Tanpa itu, mereka tak ubahnya kelompok hewan penyengat liar yang tidak akan memberi manfaat apapun melainkan menebar ketakutan pada orang-orang yang ditemuinya.

1. Lebah Memiliki Pembagian Tugas

Dalam koloninya, seekor lebah, masing-masing memiliki peran dan pembagian tugas yang harus dijalankan dengan baik. Dan, masing-masing memiliki naluri untuk tidak mengganggu tugas dari lebah lain yang bukan menjadi wewenangnya.

Namun, meskipun memiliki tugas dan peran yang berbeda, mereka memiliki satu tujuan yang sama demi kebersamaan.

2. Lebah Memiliki Semangat kerja sama

Para Lebah yang mendapatkan tugas dan peran yang sama memiliki semangat kerja bersama atau team work yang sangat tinggi bukannya berkompetisi.Kerjasama dan hidup rukun bersama rekan kerjanya merupakan hal yang dijunjung tinggi.

Mereka mengutamakan kepentingan kelompok daripada kepentingan pribadinya.

Mari Belajar Tentang Kebersamaan Dari Lebah

3. Lebah Memiliki Kesetiaan

Kesetiaan atau loyalitas adalah kunci kelangsungan hidup jangka panjang yang dimiliki oleh seekor Lebah. Meskipun harus mengulangi pekerjaan yang sama dalam siklus yang sama setiap harinya, Lebah tetap setia melakukan pekerjaannya. 

4. Lebah Adalah Hewan Pekerja keras

Seekor Lebah adalah hewan pekerja keras dan giat bekerja tanpa memikirkan imbalan apa yang akan diterimanya. Ditangan mereka, produksi madu dipertaruhkan sehingga mereka tidak pernah bermalas-malasan.

5. Lebah Adalah Hewan Yang Tepat Waktu

Lebah adalah binatang yang tepat waktu dan tidak boleh ada kata terlambat kecuali jika ada gangguan alam atau gangguan dari manusia. 

6. Lebah Mementingkan Kewajibannya Dulu

Dan, Lebah adalah mementingkan kewajibannya terlebih dahulu baru menuntut haknya. Kepentingan kelompok adalah hal yang harus diutamakan terlebih dahulu, baru kemudian kepentingan pribadinya.  Mengambil madu dan menjaga sarang, semuanya dilakukan demi kepentingan kelompoknya. 

Bagi hewan penghasil madu ini, kewajiban lebih penting daripada haknya meskipun harus berkorban karenanya.

Itulah beberapa filosofi tentang kelompok Lebah yang dapat kita pelajari dan kita jadikan teladan dalam kehidupan bersama keluarga, masyarakat dan kelompok atau komunitas.

Penutup

Alam semesta adalah ayat-ayat Tuhan yang tersirat, begitu pula dengan kehidupan Lebah dan koloninya. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi orang-orang yang mau berfikir.

Dengan etos kerja dan kebersamaan yang kuat, Lebah mampu menghasilkan madu yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan manusia, seperti halnya dengan produk UMKM Madumi atau madu murni ini.

Madumi, Madu Alami

Jika anda mau mendapatkan madu dalam kemasan botol kecil dengan harga terjangkau, silahkan hubungi M. Suep dengan Telpon/SMS/WA ke 0851 0249 5353.


Semoga bermanfaat..

Baca Juga :


Tanggapan : Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru

Tanggapan : Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru – Sejak artikel tentang “Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru” di publish, beragam komentar yang menanggapi muncul dari berbagai daerah. Namun, karena tidak semuanya dapat dimunculkan maka kami hanya menyajikan komentar terbaik saja.

Tanggapan : Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru

Berikut ini adalah komentar-komentar yang berkaitan dengan tongkat dalam kisah Sunan Kalijaga berguru.

1. Rahmad Wiyanto, Malang

Alumnus FMIPA Brawijaya, SMA Negeri 1 Malang dan SMP Negeri 6 Malang ini merupakan seorang praktisi spiritual yang memiliki sikap andap asor. Namun, laku tirakat dan prihatin sudah menjadi kebiasaan dalam kesehariannya. Berikut komentarnya.

Lek menurutku tongkat yang ditancapkan adalah hanya perumpamaan/sanepo :

Tongkat menghadap ke atas..berarti segala tindak tanduk Billah ( hanya- untuk-karena Allah SWT)
Jogo kali..manusia harus menjaga keseimbangan alam semesta.(lihat QS Ar Rahman).

Sungai (air) adalah faktor dalam kehidupan manusia. Selain 80 persen unsur penting di dalam tubuh manusia berupa air. Air berupa sungai juga menjadi urat nadi ekosistem kehidupan dunia. Secara tersirat filsafat air juga menyadarkan kita tentang keseimbangan alam tersebut.

Di samping ngaji laku berat yang dijalani Raden Sa'id dengan ikhlas beliau sendiri sadar makna (mati=puasa).

Mati (=puasa) adalah rejeki terakhir yang diberikan Allah SWT pada kita. Sehingga kita berusaha melatih dengan cara puasa. Bisa puasa dalam tataran awal(Ramadhan) sampai pada puasa dari hal-hal yang menyebabkan Allah SWT tidak ridho pada kita.

Intisari dakwah adalah mengajak kebaikan dengan cara yang baik pula. Selama jogo kali Raden Sa'id berdakwah untuk dirinya sendiri dengan ikhlas baru setelah kedatangan Sunan Bonang lagi beliau berdakwah untuk semesta.

2. Anang Sudjarwoko, Balikpapan

Seorang praktisi spiritual yang tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur, menyempatkan memberikan komentar berkaitan dengan laku tirakat seperti yang dilakukan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.

Sunan Bonang
Sunan Bonang
Gambar : www.walisembilan.com

Sunan Bonang paham akan potensi yang ada pada diri Raden Said, putra bangsawan namun berlaku sebagai seorang perampok budiman. Sebelum bertemu Sunan Bonang, Raden Said adalah seorang perampok yang terkenal dan disegani dengan julukan Brandal Lokajaya yang memiliki banyak ilmu kesaktian dan dasar ilmu agama yang cukup,

Sehingga Sunan Bonang yang sedang mencari seseorang yang dapat diandalkan dalam penyebaran agama Islam langsung menggemblengnya dengan ilmu ketuhanan tingkat tinggi termasuk dalam mengenal dirinya sendiri.

Karena, “barang siapa mengenal dirinya niscaya akan mengenal Tuhan.

Dan, setelah mengajarkan tentang ilmu ketuhanan, barulah Sunan Bonang meninggalkannya seorang diri untuk lebih mengerti, memahami dan menerapkan ilmunya dalam kehidupannya.

Jadi, tongkat dalam kisah itu, hanyalah kiasan tentang hubungan vertikal dengan Tuhan yang harus terus tegak berdiri.

Penutup

Itulah dua tanggapan tentang artikel “Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru.” Maknanya adalah menegakkan hubungan vertikal terlebih dahulu sebelum memperkuat hubungan horizontal dengan sesama mahluk Tuhan.

Semoga Bermanfaat..

Artikel Lainnya :


Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru

Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru – Satu pertanyaan yang mengganjal di hati ketika mendengar, membaca atau menyaksikan kisah Sunan Kalijaga saat berguru kepada Sunan Bonang. Dimana Raden Said harus menunggu tongkat yang ditancapkan oleh Sunan Bonang di pinggir sungai sampai sang guru kembali menemuinya.

Tongkat yang ditancapkan.

Apakah memang mengandung makna sesungguhnya yaitu sebuah tongkat terbuat dari kayu dengan fungsi sebagai penuntun jalan yang ditancapkan oleh Sunan Bonang untuk menguji kesungguhan dan kesabaran Raden Said, seorang perampok budiman atau memiliki makna tersirat lainnya?

Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru

Dalam kisah yang pernah kita dengar, di pinggir sungai, Brandal Lokajaya menunggui tongkat gurunya tersebut hingga bertahun-tahun lamanya sampai-sampai tidak sempat merawat tubuhnya sehingga rambut, jambang  dan kumisnya tumbuh panjang. Bahkan badannya ditumbuhi lumut dan dikerubuti akar-akar tanaman dan tanaman menjalar lainnya. 

Sehingga orang-orang yang melihatnya menyebutnya sebagai “seng jogo kali” atau “kali jogo” atau penunggu sungai.

Dan, pertapaannya di pinggir sungai berakhir ketika beberapa tahun kemudian Sunan Bonang kembali menemuinya.

Dalam pemikiran saya yang masih dangkal, jika tongkat itu hanyalah tongkat kayu biasa maka perjuangan Sunan Kalijaga memang sangatlah luar biasa mengingat kesungguhan dan kesabarannya yang tinggi dalam usahanya menuntut ilmu. Dan itu bukanlah hal yang sulit bagi orang-orang jaman dulu yang memang gemar laku prihatin.

Namun, jika itu hanya sebuah tongkat biasa saja, fisik manusia memiliki keterabatasan. Jangankan sampai bertahun-tahun, menjalankan laku puasa selama 40 hari lamanya saja tanpa makan dan minum, hanya dapat dilakukan beberapa orang pilihan saja. 

Sedangkan apa yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, bertahun-tahun lamanya tanpa makan dan minum bahkan beliau sudah tidak memperhatikan kebutuhan badannya lagi, sudah melewati ambang batas kemampuan fisik seorang manusia.

Kecuali beliau sudah mengenal, merasakan dan mengetahui keberadaan rahasia Tuhan yang ada di dalam dirinya. 

Sehingga menurut pendapat penulis, tongkat yang ditancapkan itu adalah satu kiasan tentang pengertian, pemahaman dan penerapan ajaran tauhid yang ditancapkan dalam-dalam ke dasar hati Raden Said.

Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga

Dan setelah meyakini ajaran tauhid tersebut hingga merasuk sampai ke tulang terdalamnya, yang dibutuhkan waktu hingga bertahun-tahun, maka Sang Brandal Lokajaya ini berubah menjadi sosok Wali dan penyebar agama Islam terkenal di pulau Jawa.

Itulah sekelumit penafsiran penulis tentang pengertian tongkat yang ditancapkan di pinggir sungai oleh Sunan Bonang dalam kisah Raden Said berguru.

Jika anda memiliki penafsiran lain tentang hal itu, mari kita berbagi. Silahkan isi pendapat anda pada kolom komentar yang ada dibawah ini.


Semoga bermanfaat..