Home » » Tanggapan : Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru

Tanggapan : Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru

Tanggapan : Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru – Sejak artikel tentang “Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru” di publish, beragam komentar yang menanggapi muncul dari berbagai daerah. Namun, karena tidak semuanya dapat dimunculkan maka kami hanya menyajikan komentar terbaik saja.

Tanggapan : Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru

Berikut ini adalah komentar-komentar yang berkaitan dengan tongkat dalam kisah Sunan Kalijaga berguru.

1. Rahmad Wiyanto, Malang

Alumnus FMIPA Brawijaya, SMA Negeri 1 Malang dan SMP Negeri 6 Malang ini merupakan seorang praktisi spiritual yang memiliki sikap andap asor. Namun, laku tirakat dan prihatin sudah menjadi kebiasaan dalam kesehariannya. Berikut komentarnya.

Lek menurutku tongkat yang ditancapkan adalah hanya perumpamaan/sanepo :

Tongkat menghadap ke atas..berarti segala tindak tanduk Billah ( hanya- untuk-karena Allah SWT)
Jogo kali..manusia harus menjaga keseimbangan alam semesta.(lihat QS Ar Rahman).

Sungai (air) adalah faktor dalam kehidupan manusia. Selain 80 persen unsur penting di dalam tubuh manusia berupa air. Air berupa sungai juga menjadi urat nadi ekosistem kehidupan dunia. Secara tersirat filsafat air juga menyadarkan kita tentang keseimbangan alam tersebut.

Di samping ngaji laku berat yang dijalani Raden Sa'id dengan ikhlas beliau sendiri sadar makna (mati=puasa).

Mati (=puasa) adalah rejeki terakhir yang diberikan Allah SWT pada kita. Sehingga kita berusaha melatih dengan cara puasa. Bisa puasa dalam tataran awal(Ramadhan) sampai pada puasa dari hal-hal yang menyebabkan Allah SWT tidak ridho pada kita.

Intisari dakwah adalah mengajak kebaikan dengan cara yang baik pula. Selama jogo kali Raden Sa'id berdakwah untuk dirinya sendiri dengan ikhlas baru setelah kedatangan Sunan Bonang lagi beliau berdakwah untuk semesta.

2. Anang Sudjarwoko, Balikpapan

Seorang praktisi spiritual yang tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur, menyempatkan memberikan komentar berkaitan dengan laku tirakat seperti yang dilakukan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.

Sunan Bonang
Sunan Bonang
Gambar : www.walisembilan.com

Sunan Bonang paham akan potensi yang ada pada diri Raden Said, putra bangsawan namun berlaku sebagai seorang perampok budiman. Sebelum bertemu Sunan Bonang, Raden Said adalah seorang perampok yang terkenal dan disegani dengan julukan Brandal Lokajaya yang memiliki banyak ilmu kesaktian dan dasar ilmu agama yang cukup,

Sehingga Sunan Bonang yang sedang mencari seseorang yang dapat diandalkan dalam penyebaran agama Islam langsung menggemblengnya dengan ilmu ketuhanan tingkat tinggi termasuk dalam mengenal dirinya sendiri.

Karena, “barang siapa mengenal dirinya niscaya akan mengenal Tuhan.

Dan, setelah mengajarkan tentang ilmu ketuhanan, barulah Sunan Bonang meninggalkannya seorang diri untuk lebih mengerti, memahami dan menerapkan ilmunya dalam kehidupannya.

Jadi, tongkat dalam kisah itu, hanyalah kiasan tentang hubungan vertikal dengan Tuhan yang harus terus tegak berdiri.

Penutup

Itulah dua tanggapan tentang artikel “Makna Tongkat Dalam Kisah Sunan Kalijaga Berguru.” Maknanya adalah menegakkan hubungan vertikal terlebih dahulu sebelum memperkuat hubungan horizontal dengan sesama mahluk Tuhan.

Semoga Bermanfaat..

Artikel Lainnya :


1 komentar:

Posting Komentar